Fakta Menarik Tentang Karanganyar
Asal-usul Air Terjun Jumog di Karanganyar, Surga Tersembunyi yang Dulu Tertutup Semak Belukar
Berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Air Terjun Jumog menyuguhkan panorama alam indah.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Menuruni 116 anak tangga mungkin terdengar melelahkan, tetapi di Air Terjun Jumog, Karanganyar, Jawa Tengah, semua rasa penat itu akan terbayar lunas.
Berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Air Terjun Jumog menyuguhkan panorama alam yang menyejukkan hati dan menenangkan pikiran.
Berjarak sekitar 41 kilometer dari Kota Solo, tempat wisata ini dikelilingi pepohonan rindang yang menghadirkan suasana asri dan udara pegunungan yang segar.
Baca juga: Asal Usul Desa Trangsan di Sukoharjo Jadi Pusat Sentra Rotan Sejak 1927, Disebut Desa Wisata Rotan
Saat menapaki tangga-tangga menuju air terjun, Anda akan ditemani hijaunya pakis yang tumbuh di tebing, menjadikan perjalanan ke bawah terasa lebih menyenangkan.
Meski pengunjung harus berjalan sekitar 100 meter lagi setelah menuruni tangga, suara gemericik air dan udara sejuk akan membuat langkah terasa ringan.
Dari Semak Belukar Jadi Destinasi Populer
Sebelum resmi dibuka untuk umum pada tahun 2004, Air Terjun Jumog hanya dikenal oleh warga sekitar dan tersembunyi di balik semak belukar.
Julukan “Surga yang Hilang” pun melekat karena keindahannya yang tertutup dan belum terjamah.
Warga bersama Pemerintah Desa Berjo kemudian bergotong royong membuka akses jalan menuju air terjun. Sejak itu, Jumog berkembang menjadi salah satu wisata unggulan Karanganyar.
Air terjun setinggi 30 meter ini memiliki debit air yang stabil sepanjang tahun.
Baca juga: Asal-usul Air Terjun Seloresi di Slogohimo Wonogiri, Dipercaya Petilasan Pangeran Sambernyawa
Airnya jernih dan segar, sangat cocok untuk bermain air atau sekadar merendam kaki di aliran sungai kecil di bawahnya.
Pengelola yang berada di bawah naungan BUMDes Berjo juga membangun jembatan kayu tepat di depan air terjun. Jembatan ini menjadi spot favorit untuk berswafoto.
Tersedia pula bangku-bangku kayu bagi pengunjung yang ingin beristirahat sambil menikmati keindahan alam.
Fasilitas lainnya termasuk area bermain anak, kolam renang mini dengan ember tumpah, serta deretan warung yang menjual makanan dan oleh-oleh khas daerah seperti sate kelinci, mi instan, keripik ketela, dan teh aneka rasa.
Rute dan Biaya Masuk
| Mitos Alas Krendowahono Karanganyar : Dipercaya sebagai Kediamannya Pelindung Gaib Keraton |
|
|---|
| Mitos Bukit Mongkrang di Karanganyar, Kisah Prabu Brawijaya Bertapa dan Jejak Naga |
|
|---|
| Asal-usul Candi Planggatan di Karanganyar : Peninggalan Kerajaan Majapahit, Jejak Prabu Brawijaya V |
|
|---|
| Mengulik Asal Usul Pabrik Gula Tasikmadu Karanganyar yang Berusia Lebih dari 1 Abad |
|
|---|
| Asal-usul Kecamatan Jumantono, dari Legenda Jaka Tarub Kini Menjelma jadi Sentra Durian Karanganyar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Air-terjun-Jumog-di-Desa-Berjo.jpg)