DPRD Sukoharjo

DPRD Sukoharjo Nilai Program SPAM Wosusokas Berpeluang Besar Dongkrak PAD Daerah

Dalam proyek SPAM Regional Wosusokas, Sukoharjo mendapat alokasi sekitar 27.000 Sambungan Rumah (SR) yang akan dipenuhi

Tayang:
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Ilustrasi Pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) warna biru yang nampak di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukoharjo, Sutoyo, menilai program pemerintah pusat dalam penyediaan air minum melalui proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wosusokas akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sukoharjo.

Menurutnya, keberadaan Pipa Penyedia Air Baku yang banyak terlihat di wilayah Nguter, ditandai dengan pipa besar berwarna biru, merupakan bagian dari proyek pemerintah pusat yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). 

Pipa berdiameter besar tersebut merupakan jalur utama penyaluran air baku dari Waduk Gajah Mungkur.

"Pipa biru itu adalah bagian dari program pemerintah pusat melalui BBWSBS. Saya kira nantinya justru bisa menjadi peluang besar bagi Sukoharjo untuk meningkatkan PAD,” ujar Sutoyo, Kamis (27/11/2025).

Baca juga: Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Miskin Dapat Beasiswa dari Pemkab, Ini Harapan DPRD Sukoharjo

Dalam proyek SPAM Regional Wosusokas, Sukoharjo mendapat alokasi sekitar 27.000 Sambungan Rumah (SR) yang akan dipenuhi secara bertahap selama lima tahun. 

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo akan memberikan pendampingan anggaran sebesar Rp9 miliar, meskipun sempat terjadi dinamika karena dianggap cukup besar.

"Itu hanya pendampingan saja. Sebetulnya pendanaan utama berasal dari pusat, dan tahun 2026 itu ada sekitar Rp65 miliar yang digelontorkan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sutoyo menjelaskan setelah proyek selesai dan sambungan rumah mulai beroperasi, aset pipa dan sistem distribusi akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Perumda Tirta Makmur. 

Mekanisme kerja samanya, air baku dari SPAM Wosusokas dibeli oleh Perumda dengan biaya sekitar Rp2.500 per meter kubik, kemudian dijual kepada pelanggan dengan tarif sekitar Rp6.000 per meter kubik.

"Dari situlah nanti ada keuntungan setelah dikurangi biaya operasional. Dampaknya jelas, jika 27 ribu sambungan rumah terpenuhi, PAD dari Perumda Tirta Makmur akan meningkat cukup signifikan,” tegas Sutoyo.

Baca juga: Gerakan Tanam Jagung di Bendosari, DPRD Sukoharjo Dorong Skema Pemasaran yang Menguntungkan Petani!

Sementara itu, proyek SPAM Wosusokas sendiri merupakan program strategis nasional yang melayani wilayah (Wo)nogiri, (Su)koharjo, (So)lo, (Ka)ranganyar, dan (S)ragen. 

Dengan potensi pelayanan air minum yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan, DPRD Sukoharjo berharap proyek SPAM Wosusokas tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat pendapatan daerah dari sektor layanan air bersih.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved