DPRD Sukoharjo
Pemangkasan Anggaran Meningkat, DPRD Sukoharjo Ingatkan Jaga Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Ketua DPRD Sukoharjo menekankan pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor strategis yang menyangkut hak dasar warga dan masa depan daerah.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ketua DPRD Sukoharjo, Nurjayanto, menegaskan komitmennya agar sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri forum perangkat daerah Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Sukoharjo 2027 yang digelar di Menara Wijaya, Rabu (18/2/2026).
Dalam forum tersebut, Nurjayanto menyoroti kondisi fiskal daerah yang tengah menghadapi tantangan akibat pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Menurutnya, situasi tersebut memang menuntut adanya rasionalisasi anggaran di sejumlah sektor.
Namun demikian, ia mengingatkan agar kebijakan penyesuaian anggaran tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan dasar masyarakat.
Ia menekankan pendidikan dan kesehatan merupakan dua sektor strategis yang menyangkut hak dasar warga dan masa depan daerah.
Baca juga: Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto Hadiri Forum RKPD 2027, Dorong Optimalisasi Pajak Daerah
Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk kedua bidang tersebut harus tetap dijaga secara proporsional dan berkelanjutan.
“Pendidikan dan kesehatan adalah kebutuhan dasar. Apa pun kondisi anggaran, dua sektor ini harus tetap menjadi prioritas,” kata Nurjayanto, Kamis (19/2/2026).
Nurjayanto menjelaskan, investasi di bidang pendidikan berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Sukoharjo.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik memang penting, namun peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan yang layak dan merata jauh lebih menentukan daya saing daerah dalam jangka panjang.
Di sektor kesehatan, ia menilai akses layanan yang mudah, cepat, dan terjangkau menjadi indikator utama keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.
"Terlebih di tengah dinamika ekonomi dan sosial, masyarakat membutuhkan jaminan pelayanan kesehatan yang stabil dan tidak tergerus kebijakan penghematan anggaran," terangnya.
Ia pun meminta jajaran eksekutif untuk cermat dalam menyusun skala prioritas belanja daerah.
Baca juga: DPRD Sukoharjo Ketat Awasi Penonaktifan PBI-JK, Warga Diminta Segera Reaktivasi Jika Terdampak
Rasionalisasi anggaran, lanjutnya, harus diarahkan pada program-program yang kurang mendesak, tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
Selain itu, DPRD juga mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pembiayaan sektor-sektor vital tersebut.
"Dengan pengelolaan keuangan yang tepat dan peningkatan pendapatan daerah, pemerintah diharapkan tetap mampu mempertahankan mutu layanan publik meskipun ruang fiskal terbatas," lanjut Nurjayanto.
Melalui forum RKPD 2027 ini, DPRD Sukoharjo berharap perencanaan pembangunan dapat disusun secara realistis namun tetap berpihak pada kepentingan dasar masyarakat.
(*)
| DPRD dan Forkopimda Sukoharjo Sidak Industri Ciu di Mojolaban, Temukan Ratusan Botol Siap Edar |
|
|---|
| DPRD Sukoharjo Sampaikan 24 Rekomendasi Strategis Atas LKPJ 2025, Soroti PAD juga Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Dukung Penerapan Efisiensi Energi, DPRD Sukoharjo Matikan Lampu Lorong Ruangan pada Siang dan Malam |
|
|---|
| Anggota DPRD Sukoharjo Fiqri Bagaskoro Ajak Masyarakat Rutin Gotong Royong Bersihkan Sungai Samin |
|
|---|
| Aksi Nyata Legislator Muda DPRD Sukoharjo, Fiqri Bagaskoro Turun Langsung Bersihkan Sungai Samin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pemerintah-Kabupaten-Sukoharjo-menggelar-pertemuan-bersama-Organisasi-Perangkat-Daerah.jpg)