DPRD Sukoharjo
Ketua DPRD Sukoharjo Soroti Capaian Setahun Etik–Sapto, Pembangunan Daerah Dinilai Baik
Dalam kurun waktu setahun terakhir, sinergi antara eksekutif dan legislatif terjalin solid, termasuk bersama Forkopimda
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Rifatun Nadhiroh
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Nurjayanto mengungkapkan, satu tahun kepemimpinan Bupati Etik Suryani dan Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo menunjukkan kemajuan yang relatif sangat baik.
Menurutnya, dalam kurun waktu setahun terakhir, sinergi antara eksekutif dan legislatif terjalin solid, termasuk bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Kolaborasi tersebut dinilai mampu mengakomodasi berbagai aspirasi masyarakat ke dalam visi-misi kepala daerah serta rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang Kabupaten Sukoharjo.
“Dalam waktu satu tahun pemerintahan Bu Etik dan Mas Sapto ini relatif sangat baik. Bisa bekerja sama dengan legislatif, khususnya DPRD Sukoharjo dan Forkopimda pada umumnya, dalam mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat dan ditindaklanjuti dalam visi-misi bupati serta rencana pembangunan daerah,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Pemangkasan Anggaran Meningkat, DPRD Sukoharjo Ingatkan Jaga Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Nurjayanto juga menyoroti tantangan fiskal yang dihadapi daerah, terutama adanya pengurangan Transfer Daerah dari pemerintah pusat.
Meski demikian, ia menilai kebijakan strategis di Kabupaten Sukoharjo tetap dapat berjalan.
“Biarpun akhir-akhir ini memang ada tekanan pengurangan Transfer Daerah dari pusat, alhamdulillah kebijakan-kebijakan strategis di Sukoharjo masih bisa berjalan. Kami dan seluruh OPD juga ikut melakukan efisiensi, sehingga pemerintahan Bu Etik dan Mas Sapto tetap berjalan baik meski dengan keterbatasan anggaran,” terangnya.
Ia mengakui, beberapa program memang harus mengalami penyesuaian, namun secara umum tetap terakomodasi dengan baik.
Ke depan, DPRD juga mendorong penguatan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), terutama setelah adanya pemberhentian sebagian peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS dari pemerintah pusat.
“Kemarin Jamkesda sudah dianggarkan dan ke depan perlu ditambah. Dengan adanya pemberhentian PBI untuk BPJS, ternyata Jamkesda sangat membantu masyarakat,” jelasnya.
Menurut Nurjayanto, integrasi kebijakan pusat dan provinsi yang kemudian diimplementasikan di tingkat kabupaten menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Etik–Sapto, roda pemerintahan, kondusivitas wilayah, keamanan, serta pembangunan di Sukoharjo tetap berjalan baik dan lancar.
Baca juga: DPRD Sukoharjo Ketat Awasi Penonaktifan PBI-JK, Warga Diminta Segera Reaktivasi Jika Terdampak
(*)
| DPRD dan Forkopimda Sukoharjo Sidak Industri Ciu di Mojolaban, Temukan Ratusan Botol Siap Edar |
|
|---|
| DPRD Sukoharjo Sampaikan 24 Rekomendasi Strategis Atas LKPJ 2025, Soroti PAD juga Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Dukung Penerapan Efisiensi Energi, DPRD Sukoharjo Matikan Lampu Lorong Ruangan pada Siang dan Malam |
|
|---|
| Anggota DPRD Sukoharjo Fiqri Bagaskoro Ajak Masyarakat Rutin Gotong Royong Bersihkan Sungai Samin |
|
|---|
| Aksi Nyata Legislator Muda DPRD Sukoharjo, Fiqri Bagaskoro Turun Langsung Bersihkan Sungai Samin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Sukoharjo-Nurjayanto-2026.jpg)