Pensiunan Guru Tewas di Karanganyar

Kematian Tak Wajar Janda Pensiunan Guru di Karanganyar, Polisi Cek Sidik Jari di Rumah Korban

Polisi menyelidiki dugaan kematian dari janda pensiunan guru di Karanganyar. Pengecekan sidik jari sudah dilakukan.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
CEK SIDIK JARI. Tim Inafis Polres Karanganyar meninggalkan rumah duka pensiunan guru SD di Dusun Pabongan, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Minggu (7/9/2025). Ada dugaan pembunuhan. 

Kapolres Karanganyar, AKBP Hadi Kristanto melalui Kapolsek Ngargoyoso, AKP Suparjo, menyampaikan untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Sampai saat ini, kita dari Polsek Ngargoyoso dan Satreskrim Polres Karanganyar masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, sampai saat ini, utamanya dengan korban masih dilakukan autopsi di RSUD Moewardi, kita menunggu hasil tertulisnya dari pihak yang menangani forensik," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (6/9/2025).

Baca juga: Kesaksian Tentang Sosok Pensiunan Guru di Karanganyar Sebelum Meninggal : Santun, Sempat Mengaji

Lanjutnya, pihaknya telah melakukan olah lokasi kejadian sebanyak 2 kali.

"Sampai saat ini belum ada petunjuk motif lain, kita temukan tanda-tanda kekerasan, dan itu bukan kematian yang wajar dari korban," jelasnya.

Ia menambahkan soal barang yang hilang, pihaknya akan kembali menggelar olah lokasi kejadian.

"Secara detailnya kita akan kembali olah TKP, nantinya apakah ada barang yang hilang, tapi saat ini belum ada barang yang hilang yang kita ketahui dari keluarga," terangnya.

Sejauh ini, kata AKP Suparjo, sudah 3-4 saksi yang telah diperiksa.

Saksi yang telah diperiksa termasuk anak dan menantu korban.

"Sampai saat ini ada 3 sampai 4 saksi yang sudah diperiksa, termasuk anak kandung dan anak mantunya," pungkasnya.

Kronologi Penemuan Jenazah

Diberitakan sebelumnya, seorang janda pensiunan guru ditemukan tewas di Karanganyar pada Jumat (5/9/2025) sore. 

Temuan ini tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso yang berjarak 38,9 km dari Kota Solo. 

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya.

Informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya.

Sejak pagi, anak korban mencoba menghubungi ibunya namun tak kunjung mendapat jawaban.

Karena curiga, sore harinya ia mendatangi rumah korban dan mendapati ibunya sudah tak bernyawa.

Diketahui, SH tinggal seorang diri di rumah tersebut. 

Kedua anaknya bekerja di luar daerah, masing-masing di Sulawesi dan Jakarta. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved