Pensiunan Guru Tewas di Karanganyar
Kematian Tak Wajar Janda Pensiunan Guru di Karanganyar, Polisi Cek Sidik Jari di Rumah Korban
Polisi menyelidiki dugaan kematian dari janda pensiunan guru di Karanganyar. Pengecekan sidik jari sudah dilakukan.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Kapolres Karanganyar, AKBP Hadi Kristanto melalui Kapolsek Ngargoyoso, AKP Suparjo, menyampaikan untuk mengungkap kasus tersebut, pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
"Sampai saat ini, kita dari Polsek Ngargoyoso dan Satreskrim Polres Karanganyar masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, sampai saat ini, utamanya dengan korban masih dilakukan autopsi di RSUD Moewardi, kita menunggu hasil tertulisnya dari pihak yang menangani forensik," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (6/9/2025).
Baca juga: Kesaksian Tentang Sosok Pensiunan Guru di Karanganyar Sebelum Meninggal : Santun, Sempat Mengaji
Lanjutnya, pihaknya telah melakukan olah lokasi kejadian sebanyak 2 kali.
"Sampai saat ini belum ada petunjuk motif lain, kita temukan tanda-tanda kekerasan, dan itu bukan kematian yang wajar dari korban," jelasnya.
Ia menambahkan soal barang yang hilang, pihaknya akan kembali menggelar olah lokasi kejadian.
"Secara detailnya kita akan kembali olah TKP, nantinya apakah ada barang yang hilang, tapi saat ini belum ada barang yang hilang yang kita ketahui dari keluarga," terangnya.
Sejauh ini, kata AKP Suparjo, sudah 3-4 saksi yang telah diperiksa.
Saksi yang telah diperiksa termasuk anak dan menantu korban.
"Sampai saat ini ada 3 sampai 4 saksi yang sudah diperiksa, termasuk anak kandung dan anak mantunya," pungkasnya.
Kronologi Penemuan Jenazah
Diberitakan sebelumnya, seorang janda pensiunan guru ditemukan tewas di Karanganyar pada Jumat (5/9/2025) sore.
Temuan ini tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso yang berjarak 38,9 km dari Kota Solo.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya.
Informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya.
Sejak pagi, anak korban mencoba menghubungi ibunya namun tak kunjung mendapat jawaban.
Karena curiga, sore harinya ia mendatangi rumah korban dan mendapati ibunya sudah tak bernyawa.
Diketahui, SH tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Kedua anaknya bekerja di luar daerah, masing-masing di Sulawesi dan Jakarta. (*)
| Panas! Adik Ipar Korban Pensiunan Guru yang Dibunuh di Karanganyar Pukul Pelaku saat Rekonstruksi |
|
|---|
| Terpukul, Orang Tua Pelaku Pembunuhan Pensiunan Guru di Karanganyar Pasrah Sang Anak Diangkut Polisi |
|
|---|
| Sosok Pembunuh Pensiunan Guru Karanganyar : Menantu Tetangga Korban, Keberadaannya Dibongkar Warga |
|
|---|
| Motif Tersangka Rampok dan Bunuh Pensiunan Guru Karanganyar, Terlilit Utang Rp 3 Juta dengan Ayahnya |
|
|---|
| Fakta Pembunuhan Pensiunan Guru Karanganyar : Pelaku Ambil Emas, Kuras Isi ATM Korban Usai Beraksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Cek-sidik-jari.jpg)