Revitalisasi Jalan Pandanaran
Dampak Revitalisasi Jalan Pandanaran Boyolali, PKL Simpang Lima Direlokasi
PKL di Jalan Pandanaran Boyolali harus pindah sementara. Mereka terdampak proyek revitalisasi di kawasan tersebut.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Proyek revitalisasi dan pemeliharaan Jalan Pandanaran Boyolali tidak hanya berdampak pada pengalihan arus lalu lintas di kawasan Simpang Lima, tetapi juga aktivitas para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di area tersebut.
Sejak sisi timur Simpang Lima ditutup dan diberlakukan sistem dua arah di jalan sisi barat, PKL tidak lagi bisa berjualan di sepanjang kawasan Tugu Susu Tumpah hingga Simpang Lima.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Purnawan, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan lokasi alternatif agar para PKL tetap dapat berjualan.
“Sejak 17 September lalu, kami sudah memberikan himbauan agar pedagang bersiap menghadapi proyek revitalisasi. Untuk sementara, PKL diarahkan ke dua lokasi, yakni Boulevard Sukarno Jalan Merdeka Timur dan area bawah pohon ringin depan rumah dinas Bupati,” kata Purnawan, Kamis (25/9/2025).
Data Disdagperin mencatat ada 46 PKL yang biasanya berjualan di Simpang Lima, terdiri atas 30 pedagang dari sisi barat dan 16 pedagang dari sisi timur.
Baca juga: Jalan Tugu Susu Tumpah hingga Simpang Lima Boyoylali Disulap Mirip Malioboro Yogyakarta: Titik 0
PKL sisi timur dipindahkan ke Boulevard Sukarno, sedangkan PKL sisi barat diarahkan ke depan rumah dinas Bupati.
“Karena paguyubannya berbeda, kami menyiapkan dua opsi. Yang ingin berjualan di Boulevard Sukarno bisa berkoordinasi dengan paguyuban setempat. Sementara di area rumah dinas masih tersedia sekitar 5–7 lapak,” imbuhnya.
Saat ini, sebagian PKL sudah mulai berjualan di lokasi baru, antara lain di Boulevard Sukarno, halaman parkir KFC, dan halaman rumah dinas Bupati.
Diketahui, proyek revitalisasi Jalan Pandanaran dijadwalkan berlangsung hingga 30 Desember 2025.
Proyek ini meliputi rehabilitasi drainase, relokasi utilitas, pembangunan underpass tunnel, penataan trotoar dan lanskap, serta optimalisasi jalan.
Malioboronya Boyolali
Pemerintah Kabupaten Boyolali tengah menyiapkan perubahan besar di jantung kotanya. Jalan Pandanaran, dari Tugu Susu Tumpah hingga Simpang Lima, akan ditata ulang sepanjang 500 meter dan disulap menjadi kawasan ikonik layaknya Malioboro di Yogyakarta.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Boyolali, Yulius Bagus Triyanto, menyebut proyek ini sebagai bagian dari program strategis daerah dengan anggaran sekitar Rp22 miliar.
Baca juga: Asal Usul Cepogo Boyolali, Berawal dari Pesatnya Industri Kerajinan Logam di Desa Tumang
Ia menyebut kawasan ini nantinya bisa menjadi “titik nol” Boyolali, wajah baru yang menyambut siapa saja yang datang ke kota ini.
| Terungkap, Harga Tiang Lampu yang Dicuri di Simpang Lima Boyolali Capai Rp1 Juta per Unit |
|
|---|
| Belum Dinikmati Warga Boyolali, 9 Tiang Lampu Pedestrian Simpang Lima Dicuri, Berapa Kerugiannya? |
|
|---|
| Olah TKP Pencurian Tiang Lampu Pedestrian Simpang Lima Boyolali, Kabel Instalasi Ikut Raib |
|
|---|
| Baru Jadi, Tiang Lampu Pedestrian Simpang Lima Boyolali Raib Dicuri |
|
|---|
| Proyek Jalan Pandanaran Boyolali Berlanjut, Target Sampai Simpang Empat Taman Pandan Alas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Proyek-jalan.jpg)