Fakta Menarik Tentang Karanganyar
Asal-usul Air Terjun Pringgodani di Karanganyar, Konon Dipercaya Petilasan Eyang Kerajaan Majapahit
Berada di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, air terjun ini menyimpan perpaduan keindahan alam yang memukau dengan nuansa spiritual yang kuat.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Terletak di kaki Gunung Lawu, Air Terjun Pringgodani menjadi salah satu destinasi wisata alam sekaligus religi yang menarik di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Berada di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, air terjun ini menyimpan perpaduan keindahan alam yang memukau dengan nuansa spiritual yang kuat.
Meskipun belum setenar Air Terjun Grojogan Sewu, Pringgodani menawarkan panorama yang jauh lebih tinggi dan spektakuler, dengan ketinggian mencapai lebih dari 100 meter serta dua tingkatan air terjun yang menawan.
Baca juga: Asal-usul Kampung Kauman di Solo, Kawasan Ikonik yang Punya Banyak Warisan Religi
Lokasi dan Akses Menuju Pringgodani
Air Terjun Pringgodani berjarak sekitar 4 hingga 5 kilometer dari Terminal Tawangmangu.
Dari terminal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi atau ojek hingga ke gapura “Mbok Lastri”.
Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 1 hingga 2 kilometer melewati jalan setapak di tengah hutan.
Baca juga: Asal-Usul Nama Solo Is Solo: Bukan Sekadar Festival, tapi Gerakan Budaya Anak Muda
Meski medannya cukup menantang dengan jalur naik turun dan tebing curam, perjalanan trekking ini menjadi pengalaman tersendiri karena di sepanjang jalur, wisatawan akan disuguhi pemandangan hutan tropis yang lebat, udara pegunungan yang sejuk, dan suara burung yang menenangkan.
Lokasi Air Terjun Pringgodani sendiri berada di koordinat 7°39’02″ LS – 111°09’29″ BT, pada ketinggian sekitar 1.531 meter di atas permukaan laut.
Letaknya yang tersembunyi membuat air terjun ini masih alami dan belum tersentuh banyak pembangunan modern.
Keindahan Alam Air Terjun Pringgodani
Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian, menimbulkan sensasi damai sekaligus takjub.
Aliran airnya yang jernih membentuk kolam alami di bawahnya, dikelilingi bebatuan besar dan pepohonan hijau yang menjulang tinggi.
Keasrian lingkungannya menjadikan tempat ini sangat cocok untuk melepas penat dan menikmati kesunyian alam.
Baca juga: Asal-usul Candi Watu Genuk di Boyolali: Berdiri Sebelum Candi Prambanan, Punya Ramalan Terkenal
Pada pagi hari, sering muncul kabut tipis yang menambah kesan magis dan menawan di sekitar air terjun.
| Inilah Sosok Pelopor Molen Tawangmangu Karanganyar, Jadi Pedagang Molen Pisang Pertama di TW |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Ngringo di Jaten Karanganyar : Ada Kisah Eyang Kiai Jegang Wonolapan |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Klodran di Karanganyar : Ada Legenda Joko Lodro dan Singo Lodro |
|
|---|
| Asal-usul Nama Tawangmangu Karanganyar, Ada Legenda Raden Mas Said Termangu Memandang Gunung Lawu |
|
|---|
| Asal-usul Nama Desa Gumeng di Jenawi Karanganyar, Punya Destinasi Wisata Alam Lereng Gunung Lawu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/air-terjun-pringgondani-karanganyar_20170220_141227.jpg)