Jalan Rusak di Boyolali
Sindir Pemdes, Jalan Rusak di Sambi Boyolali Ditanami Pohon Pisang
Jalan rusak di Boyolali membuat warga geram. Mereka mengeluarkan sindiran lewat spanduk pada jalan rusak tersebut.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Warga Dukuh Grijo, Desa Jagoan, Kecamatan Sambi menanam pohon pisang di jalan berlubang sebagai cara unik sekaligus penanda agar pengguna jalan lebih waspada terhadap kondisi jalan rusak.
- Aksi tersebut disertai pemasangan baliho bernada sindiran sebagai bentuk protes warga agar pemerintah desa segera memperbaiki jalan yang baru dibangun pada 2024.
- Sekdes Jagoan menyebut kerusakan jalan diduga akibat tanah yang belum mapan serta dilalui kendaraan bermuatan berlebih.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kondisi jalan di Dukuh Grijo, Desa Jagoan, Kecamatan Sambi rusak parah.
Warga menyikapi kerusakan jalan tersebut dengan cara menanam pohon pisang.
Pohon pisang ditanam di jalan yang berlubang agar warga lebih waspada dan selamat saat melintasi jalan tersebut.
Baca juga: Imbas Jalan Rusak Ngangkruk-Jeruksawit Karanganyar, Sering Bikin Celaka Warga, Ada yang Patah Tulang
Selain itu, warga juga memasang baliho bernada sindiran bertuliskan:
“Selamat dan Sukses atas Terlaksananya Penanaman Pohon Pisang untuk Ketahanan Pangan”
“Sopo nandur bakal ngunduh”
“Iki tanggung jawab sopo! Hormat kami, warga Indonesia”
Warga Dukuh Grijo yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pohon pisang itu ditanam pada Minggu (14/12/2025).
Penanaman pohon pisang tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk protes atas rusaknya jalan desa.
“Harapannya biar segera diperbaiki,” katanya pada Senin (15/12/2025).
Faktor Tanah Belum Mapan
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Jagoan, Yulius Andre, mengungkapkan rusaknya jalan tersebut diduga karena faktor tanah yang belum mapan.
Padahal, jalan itu baru setahun dibangun.
“Dibangun 2024. Dulu jalan perkebunan kelapa dan tebu,” tambahnya.
Selain itu, jalan tersebut juga dilalui kendaraan yang diduga melebihi kapasitas.
“Ya, kami belum tahu. Nanti akan kami koordinasikan dengan kepala desa,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jalan-rusak-sambi-2.jpg)