Merapi Luncurkan Awan Panas

3 Awan Panas Guguran Warnai Aktivitas Gunung Merapi di Awal Tahun 2026, Ke Mana Arah Material Jatuh?

Gunung merapi tercatat mengalami tiga kali awan panas guguran hari ini, menandai intensitas erupsi yang masih tinggi.

Tayang:
Dok. Istimewa
GUNUNG MERAPI - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran, Jumat (2/1/2026). Gunung api paling aktif di Indonesia ini tercatat mengalami tiga kali awan panas guguran dalam satu hari, menandai intensitas erupsi yang masih tinggi. Material vulkanik meluncur ke arah barat daya sejauh 1.500 meter, tepatnya menuju hulu Kali Krasak. 

Gunung Merapi Erupsi, Tiga Kali Awan Panas Guguran Meluncur hingga 1,5 Kilometer

Ringkasan Berita:
  • Gunung Merapi mengalami tiga kali awan panas guguran pada Jumat (2/1/2026), meluncur sejauh 1.500 meter ke barat daya.
  • BPPTKG menyebut peningkatan aktivitas ini masih bagian dari pola erupsi Merapi sejak 2021, dengan ratusan guguran lava per hari.
  • Status Merapi tetap Level III (Siaga), masyarakat diminta tenang namun waspada terhadap potensi bahaya di sejumlah alur sungai.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.

Pada Jumat (2/1/2026), gunung api paling aktif di Indonesia ini tercatat mengalami tiga kali awan panas guguran dalam satu hari, menandai intensitas erupsi yang masih tinggi.

Awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 07.39 WIB dengan durasi 136 detik.

Material vulkanik meluncur ke arah barat daya sejauh 1.500 meter, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.

Fenomena serupa kembali terjadi pada pukul 10.39 WIB, berlangsung selama 137 detik dan menempuh jarak luncur yang sama.

Baca juga: Kenangan Ekstrem Putra Tertua PB XIII Keraton Solo, Diajak Sang Ayah Naik Gunung Merapi Saat Erupsi

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas tersebut masih merupakan bagian dari pola erupsi Merapi yang telah berlangsung sejak 2021.

"Erupsi terhitung intensif, kejadian guguran lava mencapai ratusan kali perhari diselingi awan panas seperti yang terjadi hari ini," kata Agus dalam siaran resmi BPPTKG.

BPPTKG hingga kini masih mempertahankan status Gunung Merapi di Level III (Siaga).

Hal ini lantaran jarak luncur awan panas dan guguran lava masih berada jauh dari kawasan permukiman warga.

Meski demikian, pemantauan terus dilakukan secara intensif selama 24 jam penuh.

Baca juga: ‎Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Dua Kali, Hujan Abu Tipis Guyur Cepogo Boyolali

Agus pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun tidak mengabaikan kewaspadaan.

"Sehingga masyarakat tetap tenang sambil tetap menjaga kewaspadaannya," ujarnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved