Pendaki Hilang di Mongkrang

Pencarian Hari Ketiga Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Terjunkan Drone Sisir via Udara

Tim SAR memperluas area pencarian dengan mengerahkan ratusan personel serta pesawat tanpa awak alias drone.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
TERJUNKAN DRONE - Penampakan pesawat drone yang dikerahkan untuk mencari keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26) warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar di Bukit Mongkrang, Rabu (21/1/2026). Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (20/1/2026) malam setelah mendaki Bukit Mongkrang bersama 3 rekannya. 

Yazid Ahmad Firdaus (26), seorang pendaki yang dikabarkan hilang di Bukit Mongkrang, Karanganyar, diketahui pamit kepada orang tuanya, Sapto Mulyadi dan Rustiningsih, Sabtu (17/1/2026) malam untuk mendaki bersama teman-temannya. 

Berdasarkan penuturan Sapto, tujuan anaknya adalah olahraga sekaligus mempersiapkan diri mengikuti sebuah evenr. 

Namun hingga kini, Yazid belum ditemukan, dan keluarga beserta relawan masih melakukan pencarian.

“Ya, dia ke atas untuk persiapan ikuti event itu tapi tidak tahu event apa,” ungkap Sapto, kepada TribunSolo.com, Rabu (21/1/2026).

CEMAS - Sapto Mulyadi (53), ayah Yazid Ahmad Firdaus (26) survivor pendaki bukit mongkrang yang dikabarkan menghilang setelah melakukan pendakian bersama teman-temannya berada di basecamp Mongkrang, Rabu (21/1/2026). Ia siap bergabung dengan relawan dalam melakuakn pencarian
CEMAS - Sapto Mulyadi (53), ayah Yazid Ahmad Firdaus (26) survivor pendaki bukit mongkrang yang dikabarkan menghilang setelah melakukan pendakian bersama teman-temannya berada di basecamp Mongkrang, Rabu (21/1/2026). Ia siap bergabung dengan relawan dalam melakuakn pencarian (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Sejak mendapat kabar hilangnya Yazid pada Minggu (20/1/2026) malam, Sapto dan sang istri terus berada di basecamp Bukit Mongkrang.

“Saya dan istrinya sudah di sini setelah mendapatkan kabar hilangnya anak saya, dan rencananya, saya mau naik dengan relawan untuk cari anak saya, tapi melihat situasi cuaca,” ungkap Sapto.

Terbiasa Mendaki

Keluarga menegaskan Yazid sudah terbiasa melakukan pendakian dan dikenal baik oleh teman-temannya.

“Anak saya sudah pamit, dan saya ijinkan karena anak saya sudah beberapa kali naik di Bukit Mongkrang,” kata Sapto.

Yazid diketahui pamit bersama teman-temannya, Salman, Sukma, dan satu teman dari Salman, sekitar pukul 20.30 WIB, dan rombongan tiba di basecamp dini hari Minggu pukul 03.00 WIB.

Kekhawatiran keluarga muncul saat salah satu teman mencoba menghubungi Yazid pada pukul 15.30 WIB, tetapi tidak mendapat jawaban.

“Setelah itu pukul 18.00 WIB saya dapat kabar anak saya dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian,” jelas Sapto.

Baca juga: Lama Menanti, Orang Tua Pendaki Hilang di Mongkrang Karanganyar Siap Ikut Relawan Lakukan Pencarian

Sebelumnya, Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan bahwa peristiwa hilangnya Yazid terjadi saat ia mendaki bersama teman-temannya pada Rabu pagi.

Mereka memulai pendakian pukul 06.30 WIB dan sampai di puncak sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, saat turun menuju pos tiga, Yazid terpisah dari rombongan.

Seluruh teman-temannya berhasil kembali ke basecamp, tetapi Yazid belum terlihat.

Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas SAR.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved