Pendaki Hilang di Mongkrang

Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Belum Berhasil, Kini Cara Spiritual Dipakai

Tak hanya mengandalkan anjing pelacak dan pesawat drone, pencarian di Bukit Mongkrang juga melibatkan metode spiritual.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
METODE SPIRITUAL - Beberapa orang mencoba mencari Yazid Ahmad Fridaus (28), pendaki Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang hilang beberapa waktu lalu dengan metode spiritual, Jum'at (23/1/2026). Pada hari kelima pencarian, mereka terlihat berada di pendopo basecamp Mongkrang untuk mempersiapkan sesajen yang akan digunakan dalam pencarian.  

Ringkasan Berita:
  • Pencarian pendaki asal Colomadu di Bukit Mongkrang tak hanya menggunakan anjing pelacak dan drone, tetapi juga metode spiritual.
  • Pada hari kelima, lima orang tim spiritual melakukan pencarian dengan membawa sesajen dan dikawal petugas TNI.
  • Basarnas dan BPBD memastikan seluruh upaya dilakukan demi menemukan keberadaan survivor, termasuk metode spiritual dari pihak keluarga.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Semua cara ditempuh untuk mencari keberadaan Yazid Ahmad Fridaus (28), pendaki Bukit Mongkrang asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang hilang beberapa waktu lalu.

Upaya pencarian terhadap Yazid terus diperluas. Tak hanya mengandalkan anjing pelacak dan pesawat drone, pencarian di Bukit Mongkrang juga melibatkan metode spiritual.

Pada hari kelima pencarian, Jumat (23/1/2026), sekelompok masyarakat yang tergabung dalam tim spiritual turut ambil bagian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, rombongan tersebut berjumlah lima orang.

Baca juga: Hari Kelima Pencarian Pendaki Bukit Mongkrang Karanganyar Sempat Dihentikan, Hujan dan Kabut Menebal

Mereka terlihat berada di pendopo basecamp Mongkrang untuk mempersiapkan sesajen yang akan digunakan dalam pencarian.

Sesajen tersebut terdiri dari dupa, bunga melati, dan kopi hitam yang diletakkan di atas sebuah tampah.

Setelah persiapan selesai, rombongan membawa tampah berisi sesajen tersebut dan mulai berjalan naik ke area perbukitan sekitar pukul 10.50 WIB.

Dalam perjalanan, mereka didampingi oleh sejumlah petugas TNI.

Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki, membenarkan adanya rombongan yang ikut membantu pencarian dengan cara spiritual.

Baca juga: Pendaki Bukit Mongkrang Karanganyar Hilang, SAR Sebar Ciri-ciri Barang yang Dibawa dan Dikenakan!

“Ada rombongan yang datang ke sini ingin membantu mencari keberadaan survivor dengan menggunakan cara-cara itu,” kata Basuki, Jumat (23/1/2026).

Basuki menjelaskan, rombongan tersebut tidak tergabung dalam tim Search and Rescue Unit (SRU) resmi yang dibentuk oleh Basarnas. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.

“Mereka tak masuk dalam tim kami, mereka di luar tanggung jawab pengendali operasi, namun mereka tetap dikawal petugas TNI saat naik ke atas,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menegaskan bahwa seluruh upaya dilakukan untuk menemukan keberadaan survivor.

Mulai dari menurunkan anjing pelacak, pesawat drone, mendeteksi barang yang dibawa suvirvor hingga metode spiritual.

“Pihak keluarga mendatangkan orang untuk mencari keberadaan survivor dengan metode spiritual dan diharapkan keberadaan survivor bisa ditemukan,” kata dia.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved