Gempa Bumi di Bantul
Dampak Gempa Bantul, Dua Orang di Klaten Alami Luka Kepala
Dampak gempa Bantul dirasakan sampai ke Klaten, dua orang terluka akibat kejadian ini.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Salah satu pekerja, Ukhti, mengaku getaran terasa kencang.
"Banter (kerasa getaran gempa)," ujarnya.
Ia bersama rekan-rekan kerjanya segera keluar gedung sebagai langkah antisipasi.
Pekerja lainnya, Malika, juga merasakan guncangan saat berada di ruang kerja.
"Tadi lagi makan (istirahat), kerasa (gempa) sampe meja kerasa goyangnya," ucapnya.
Menurutnya, getaran cukup jelas dirasakan meski hanya berlangsung singkat.
Selain gedung perkantoran di pusat kota, guncangan gempa juga dirasakan warga di berbagai desa di Kabupaten Klaten.
Dedy, warga Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, mengaku merasakan getaran saat berada di masjid.
"Tadi lagi di masjid perbaikan lampu, itu kerasa (gempa)," jelasnya.
Meski demikian, Dedy dan beberapa pekerja lainnya tidak panik dan tetap berada di dalam area masjid.
"Tadi masih di dalam (area) masjid," ucapnya.
Warga lainnya, Bolanx Raditya, juga mengaku merasakan getaran gempa saat beraktivitas mencari ikan di sungai Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom.
"Ini posisinya duduk di tepi sungai, mau nembak ikan. Tadi kerasa goyangan (gempa)," kata Bolanx.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya menginformasikan bahwa gempa terjadi pada pukul 13.15.32 WIB.
Gempa tersebut berkekuatan 4,5 magnitudo dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kedalaman gempa tercatat 11 kilometer, dengan koordinat 7,87 LS dan 110,49 BT.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Para-pekerja-di-lingkungan-Pemkab-Klaten-berhamburan-keluar-gedung.jpg)