Gempa Bumi di Bantul
Dampak Gempa Bantul, Dua Orang di Klaten Alami Luka Kepala
Dampak gempa Bantul dirasakan sampai ke Klaten, dua orang terluka akibat kejadian ini.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Dua warga dilaporkan mengalami luka akibat gempa Bantul yang dirasakan di Kabupaten Klaten, Selasa (27/1/2025), masing-masing berasal dari Kecamatan Wedi dan Prambanan.
- Korban pertama, anak perempuan berinisial KT (13) warga Desa Kadibolo, Wedi, mengalami luka di bagian kepala akibat terkena genteng dan telah mendapat perawatan medis.
- Korban kedua merupakan pria asal Kecamatan Prambanan yang dibawa ke RS Bhayangkara Kalasan, dengan luka di bagian pelipis mata kanan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dua orang dikabarkan mengalami luka akibat dampak gempa Bantul yang dirasakan di Kabupaten Klaten, Selasa (27/1/2025).
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten, Syahruna, memaparkan hal tersebut saat dihubungi wartawan.
“Kadibolo (Wedi) dan Prambanan (korban luka),” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Korban pertama diketahui merupakan anak perempuan berinisial KT (13), warga Desa Kadibolo, Kecamatan Wedi.
“Kadibolo baru dicek, informasinya terkena genteng,” ucapnya.
Dari foto yang dilihat wartawan TribunSolo.com, korban mengalami luka pada bagian kepala atas depan dekat dahi dan saat ini telah mendapat perawatan medis.
Baca juga: Getaran Gempa Pacitan Terasa hingga Wonogiri, Sejumlah Warga Lari Keluar Rumah
Sedangkan korban kedua merupakan pria dari Kecamatan Prambanan.
“Informasinya dibawa ke RS Bhayangkara Kalasan,” jelasnya.
Kendati demikian, Syahruna mengaku masih belum mendapatkan informasi pasti terkait penyebab luka tersebut.
Meski begitu, dari foto yang dikirim, korban mengalami luka di bagian pelipis mata sebelah kanan.
Terasa Sampai Gedung Perkantoran
Guncangan gempa yang melanda Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terasa hingga sejumlah wilayah Kabupaten Klaten, Selasa (27/1/2026).
Getaran tersebut bahkan dirasakan di gedung perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, membuat para pekerja berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Getaran gempa dirasakan sekitar pukul 13.15 WIB.
Pantauan TribunSolo.com di Gedung Diskominfo Kabupaten Klaten menunjukkan para pegawai sempat berlarian keluar setelah merasakan guncangan cukup kuat.
Salah satu pekerja, Ukhti, mengaku getaran terasa kencang.
"Banter (kerasa getaran gempa)," ujarnya.
Ia bersama rekan-rekan kerjanya segera keluar gedung sebagai langkah antisipasi.
Pekerja lainnya, Malika, juga merasakan guncangan saat berada di ruang kerja.
"Tadi lagi makan (istirahat), kerasa (gempa) sampe meja kerasa goyangnya," ucapnya.
Menurutnya, getaran cukup jelas dirasakan meski hanya berlangsung singkat.
Selain gedung perkantoran di pusat kota, guncangan gempa juga dirasakan warga di berbagai desa di Kabupaten Klaten.
Dedy, warga Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, mengaku merasakan getaran saat berada di masjid.
"Tadi lagi di masjid perbaikan lampu, itu kerasa (gempa)," jelasnya.
Meski demikian, Dedy dan beberapa pekerja lainnya tidak panik dan tetap berada di dalam area masjid.
"Tadi masih di dalam (area) masjid," ucapnya.
Warga lainnya, Bolanx Raditya, juga mengaku merasakan getaran gempa saat beraktivitas mencari ikan di sungai Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom.
"Ini posisinya duduk di tepi sungai, mau nembak ikan. Tadi kerasa goyangan (gempa)," kata Bolanx.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya menginformasikan bahwa gempa terjadi pada pukul 13.15.32 WIB.
Gempa tersebut berkekuatan 4,5 magnitudo dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kedalaman gempa tercatat 11 kilometer, dengan koordinat 7,87 LS dan 110,49 BT.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Para-pekerja-di-lingkungan-Pemkab-Klaten-berhamburan-keluar-gedung.jpg)