Pendaki Hilang di Mongkrang

Kesaksian Relawan Evakuasi Pendaki Hilang di Mongkrang Karanganyar : Ada Bau, Ditemukan di Sungai

Yazid Ahmad Firdaus, seorang pendaki yang hilang, akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
RELAWAN - Sugiarto (55) salah satu anggota relawan Wanadri Bandung yang mengikuti operasi pencarian Suvirvor pendaki Bukit Mongkrang yang hilang Yazid Ahmad Firdaus, Rabu (11/2/2026). Sugiarto menceritakan bahwa penemuan awal bermula ketika tim mencium aroma yang diduga berasal dari korban. 

Ringkasan Berita:
  • Pendaki Bukit Mongkrang, Yazid Ahmad Firdaus, yang hilang beberapa hari, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (10/2/2026) pagi
  • Tubuh korban ditemukan oleh tim sembilan orang, tujuh dari Wanadri dan dua SAR Surabaya, setelah mencium aroma yang diduga dari korban
  • Jenazah berada di tengah aliran sungai dan tidak hanyut karena tertahan pohon tumbang, menutup proses pencarian

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Selama beberapa hari terakhir, Bukit Mongkrang diwarnai upaya pencarian yang penuh ketelitian dan kerja sama.

Yazid Ahmad Firdaus, seorang pendaki yang hilang, akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan ini sekaligus menutup bab ketidakpastian yang menghantui keluarga dan tim pencarian.

Koordinasi Tim Pencarian

Tubuh korban ditemukan oleh tim pencarian yang bergerak secara mandiri.

Sugiarto (55), anggota relawan Wanadri Bandung, menjelaskan bahwa total ada sembilan orang yang terlibat dalam penemuan tersebut, tujuh dari Wanadri dan dua dari SAR Surabaya.

Wanadri adalah sebuah organisasi pecinta alam dan pendakian, yang kerap terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) bagi pendaki atau warga hilang di alam terbuka.

"Kita ada 9 orang, 7 dari Wanadri, 2 SAR Surabaya," kata Sugiarto, Rabu (11/2/2026).

KUMANDANGKAN ADZAN - Ayah dari Yazid, Sapto Mulyono di Pemakaman Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar pada Selasa (10/2/2026). Sapto mengumandangkan adzan sebelum jenazah dimakamkan.
KUMANDANGKAN ADZAN - Ayah dari Yazid, Sapto Mulyono di Pemakaman Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar pada Selasa (10/2/2026). Sapto mengumandangkan adzan sebelum jenazah dimakamkan. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Kerja sama tim menjadi faktor penting dalam proses ini.

Setiap langkah diperhitungkan dengan cermat, mulai dari koordinasi jalur pencarian hingga strategi pengecekan di medan yang sulit dan berbatu.

Awal Penemuan Berawal dari Penciuman

Sugiarto menceritakan bahwa penemuan awal bermula ketika tim mencium aroma yang diduga berasal dari korban.

Aroma itu pertama kali tercium oleh juniornya, Aji.

"Itu yang mencium aroma bau pertama yaitu junior saya bernama Aji, lalu untuk memastikan, kita cek ramai-ramai ke sana," ungkap Sugiarto.

Setelah indikasi awal ini, seluruh tim bergerak bersama untuk melakukan pengecekan di area yang dicurigai sebagai lokasi korban.

Baca juga: Momen Pemakaman Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Sang Ayah Kumandangkan Azan

Pengecekan Melalui Susur Sungai

Pengecekan dilakukan dengan menyusuri aliran sungai yang melintasi kawasan Bukit Mongkrang.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved