Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN

BREAKING NEWS : Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Raden Mas Said Solo, Diduga Ada 10 Korban

Dugaan pelecehan seksual dosen UIN Surakarta viral, korban mengaku alami tindakan tak pantas.

Tayang:
Tribunnews.com
PELECEHAN SEKSUAL - Ilustrasi pelecehan seksual. Dunia pendidikan di Kabupaten Sukoharjo kembali tercoreng setelah mencuat dugaan kasus kekerasan seksual yang dialami sejumlah mantan mahasiswi di UIN Raden Mas Said Surakarta, belum lama ini. 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan pelecehan seksual oleh dosen UIN Raden Mas Said Surakarta viral setelah pengakuan mahasiswi di media sosial @uinsolostory.
  • Korban mengaku mengalami pesan tak pantas hingga kontak fisik saat bimbingan dan sidang skripsi, diduga ada sekitar 10 mahasiswi terdampak.
  • Penanganan kampus dinilai lambat, korban berharap UIN Surakarta memberi sanksi tegas terhadap terduga pelaku.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Dunia pendidikan di Kabupaten Sukoharjo kembali tercoreng setelah mencuat dugaan kasus kekerasan seksual yang dialami sejumlah mantan mahasiswi di UIN Raden Mas Said Surakarta.

Dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret seorang dosen di UIN Raden Mas Said Surakarta tersebut mencuat setelah sejumlah mantan mahasiswi menyampaikan pengakuan melalui media sosial. 

Para korban mengaku mengalami tindakan tidak pantas, baik secara verbal maupun fisik, saat menjalani proses bimbingan hingga sidang skripsi.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan usai unggahan pengakuan korban muncul di akun Instagram @uinsolostory.

Sejumlah mahasiswi menyebut dosen berinisial F diduga melakukan tindakan yang membuat korban merasa tidak nyaman.

Korban Mengaku Dihubungi Secara Personal Setelah Sidang

Salah satu korban berinisial P mengungkapkan, dugaan pelecehan bermula saat dirinya menjalani seminar proposal hingga sidang skripsi pada akhir 2024.

Menurutnya, beberapa kali proses ujian dilakukan hanya berdua dengan dosen tersebut lantaran dosen pembimbing maupun penguji lain berhalangan hadir.

“Awalnya biasa saja seperti ujian pada umumnya. Tapi setelah itu beliau mulai membalas status media sosial saya, meminta foto, hingga mengirim pesan-pesan yang menurut saya tidak wajar,” ungkap P saat dihubungi awak media, Selasa (19/5/2026).

PELECEHAN SEKSUAL - Ilustrasi pelecehan seksual. Dunia pendidikan di Kabupaten Sukoharjo kembali tercoreng setelah mencuat dugaan kasus kekerasan seksual yang dialami sejumlah mantan mahasiswi di UIN Raden Mas Said Surakarta, belum lama ini.
PELECEHAN SEKSUAL - Ilustrasi pelecehan seksual. Dunia pendidikan di Kabupaten Sukoharjo kembali tercoreng setelah mencuat dugaan kasus kekerasan seksual yang dialami sejumlah mantan mahasiswi di UIN Raden Mas Said Surakarta, belum lama ini. (TribunSolo.com/Aji Bramastra)

Tak hanya itu, P mengaku sempat mengalami kontak fisik yang dinilai tidak pantas ketika sidang berlangsung.

“Waktu itu beliau memegang tangan saya. Padahal kami sedang sidang dan hanya berdua di ruangan,” ucapnya.

Setelah lulus kuliah, korban menyebut dosen tersebut masih terus menghubunginya melalui pesan pribadi.

Isi pesan dinilai bernada personal dan mengarah pada pelecehan verbal.

Baca juga: Disdikbud Wonogiri Nonaktifkan Guru Olahraga Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Siswi SMP Negeri

Diduga Sudah Terjadi Berulang Kali

P mengungkapkan, setelah kasus ini viral di media sosial, muncul pengakuan dari mahasiswi lain yang mengaku mengalami perlakuan serupa.

Menurutnya, sebagian korban memiliki bukti percakapan, sementara lainnya hanya berani bercerita karena pesan-pesan yang dikirim telah dihapus.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved