Perang Sarung di Boyolali
Perang Sarung di Boyolali Dini Hari, 2 Pemuda Diamankan Polres Boyolali
Perang sarung dini hari di Boyolali dibubarkan polisi, dua pemuda diamankan
Penulis: Tri Widodo | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Perang sarung di Boyolali terjadi di Jalan Raya Boyolali–Klaten dini hari, dua pemuda diamankan Polres Boyolali karena diduga terlibat tawuran yang mengganggu lalu lintas
- Polisi menerima laporan pukul 01.30 WIB dan langsung membubarkan aksi yang berpotensi berkembang menjadi tawuran besar serta membahayakan warga
- Selama Ramadhan, Polres Boyolali perketat patroli dan mengimbau warga hindari petasan, balap liar, serta perang sarung
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Dua pemuda diamankan jajaran Polres Boyolali setelah terlibat aksi yang diduga mengarah pada tawuran di Jalan Raya Boyolali–Klaten, tepatnya di depan SPBU Miliran, Mojosongo, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan meresahkan warga sekitar, terutama karena berlangsung pada dini hari saat aktivitas jalan masih dilalui kendaraan jarak jauh.
Kronologi Perang Sarung di Boyolali
Perang sarung itu melibatkan dua kelompok pemuda yang diduga berasal dari Kabupaten Boyolali dan Klaten.
Situasi di lokasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya tawuran pada pukul 01.30 WIB.
“Sekitar pukul 01.30 WIB, kami mendapatkan informasi telah terjadi tawuran (perang sarung) yang terjadi di lokasi tersebut,” jelas Indra.
Mendapat laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pembubaran.
Dari hasil penindakan, dua pemuda berhasil diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Menurut Indra, aksi perang sarung tersebut berpotensi berkembang menjadi tawuran yang lebih besar dan membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
Polisi Perketat Patroli Selama Ramadhan
Sebelumnya, Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menegaskan bahwa pihaknya akan menggencarkan patroli serta memberikan imbauan kepada masyarakat guna menjaga kondusivitas wilayah selama bulan Ramadhan.
Fokus utama imbauan tersebut adalah mencegah aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum dan keselamatan warga.
“Kami menghimbau kepada warga masyarakat Boyolali untuk pertama yaitu menghindari permainan petasan, karena sangat-sangat membahayakan dan mengganggu keselamatan dari warga sendiri,” ujar Indra.
Selain petasan, Kapolres juga menyoroti dua fenomena lain yang kerap muncul di bulan Ramadhan dan berpotensi memicu gangguan keamanan, yakni balap liar serta perang sarung yang bisa berujung tawuran.
“Jadi, itu beberapa hal imbauan yang kami sampaikan dan kami harapkan, warga masyarakat Boyolali dapat mentaati hal-hal yang kami sampaikan tersebut,” tuturnya.
Baca juga: Hendak Perang Sarung dan Mengancam Pengguna Jalan di Solo, Belasan Remaja Diamankan
Imbauan untuk Orang Tua
Polres Boyolali juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari.
Pengawasan ini dinilai penting untuk mencegah keterlibatan dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum serta membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
(*)
| Soal Perang Sarung, Kapolres Tegaskan Harus Dihapuskan dari Boyolali |
|
|---|
| Perang Sarung di Boyolali Ternyata Terorganisir, Gunakan Grup WA untuk Berkomunikasi |
|
|---|
| Perang Sarung Marak di Boyolali, Saling Cari Lawan via Media Sosial WhatsApp Hingga Instagram |
|
|---|
| 27 Remaja Diamankan Polisi di Boyolali, 12 Diantaranya Modifikasi Sarung dengan Isi Batu |
|
|---|
| Modifikasi Sarung jadi Senjata Tawuran, 27 Remaja Diamankan Polisi di Boyolali Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Perang-sarung-2.jpg)