Perang Sarung di Boyolali

Soal Perang Sarung, Kapolres Tegaskan Harus Dihapuskan dari Boyolali

Kapolres Boyolali menegaskan, ingin agar perang sarung dihapuskan dari Boyolali. Sebab, kegiatan ini merupakan hal yang buruk.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Istimewa
ILUSTRASI. Belasan remaja di Solo diamankan petugas kepolisian usai nekat akan gelar perang sarung hingga hampir membahayakan pengguna jalan yang melintas di depan TPU Purwoloyo, Kecamatan Jebres, Kamis (19/2/2026) dini hari. Kapolres Boyolali ingin agar perang sarung dihapuskan. 
Ringkasan Berita:
  • Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra, menegaskan perang sarung harus dihapuskan karena menjadi kebiasaan buruk yang kerap berulang setiap Ramadan.
  • Ia menilai aksi tersebut berbahaya karena bisa menimbulkan luka ringan, luka berat, bahkan berpotensi menyebabkan korban jiwa, terutama karena pelakunya masih pelajar.
  • Polisi menekankan perang sarung tidak boleh lagi terjadi di wilayah Boyolali dan perlu dicegah bersama.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra menegaskan agar perang sarung dihapuskan dari Boyolali

Dia menyebut, perang sarung adalah kebiasaan buruk yang berulang setiap Ramadan. 

Adanya perang sarung ini bisa berdampak serius, apalagi para pelakunya masih pelajar. 

“Itu menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Karena menimbulkan luka ringan, luka berat sampai mungkin dapat menyebabkan meninggal dunia,” ujar Indra, Senin (23/2/2026).

Ia menegaskan, praktik perang sarung harus benar-benar dihapuskan dan tidak boleh lagi terjadi di wilayah Boyolali.

“Hal tersebut harus betul-betul dihapuskan, jangan sampai terjadi perang sarung di Boyolali,” tegasnya.  

PERANG SARUNG. Belasan remaja di Solo diamankan petugas kepolisian usai nekat akan gelar perang sarung hingga hampir membahayakan pengguna jalan yang melintas di depan TPU Purwoloyo, Kecamatan Jebres, Kamis (19/2/2026) dini hari.
PERANG SARUNG. Belasan remaja di Solo diamankan petugas kepolisian usai nekat akan gelar perang sarung hingga hampir membahayakan pengguna jalan yang melintas di depan TPU Purwoloyo, Kecamatan Jebres, Kamis (19/2/2026) dini hari. (TribunSolo.com/Istimewa)

Dua Kali Aksi Perang Sarung

Belum genap sepekan Ramadan berjalan, jajaran Polres Boyolali tercatat sudah dua kali mengamankan potensi bentrokan perang sarung.

“Alhamdulillah bisa kita cegah, kita amankan sarung. Sehingga tidak terjadi perang sarung,” katanya.

Baca juga: Perang Sarung di Boyolali Ternyata Terorganisir, Gunakan Grup WA untuk Berkomunikasi

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, hingga pihak sekolah untuk bersama-sama mengawasi dan membina generasi muda.

Selain itu, Kapolres juga berharap, momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan memperkuat nilai-nilai keagamaan, bukan justru diwarnai aksi yang membahayakan keselamatan. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved