Perang Sarung di Boyolali
Soal Perang Sarung, Kapolres Tegaskan Harus Dihapuskan dari Boyolali
Kapolres Boyolali menegaskan, ingin agar perang sarung dihapuskan dari Boyolali. Sebab, kegiatan ini merupakan hal yang buruk.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra, menegaskan perang sarung harus dihapuskan karena menjadi kebiasaan buruk yang kerap berulang setiap Ramadan.
- Ia menilai aksi tersebut berbahaya karena bisa menimbulkan luka ringan, luka berat, bahkan berpotensi menyebabkan korban jiwa, terutama karena pelakunya masih pelajar.
- Polisi menekankan perang sarung tidak boleh lagi terjadi di wilayah Boyolali dan perlu dicegah bersama.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra menegaskan agar perang sarung dihapuskan dari Boyolali.
Dia menyebut, perang sarung adalah kebiasaan buruk yang berulang setiap Ramadan.
Adanya perang sarung ini bisa berdampak serius, apalagi para pelakunya masih pelajar.
“Itu menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Karena menimbulkan luka ringan, luka berat sampai mungkin dapat menyebabkan meninggal dunia,” ujar Indra, Senin (23/2/2026).
Ia menegaskan, praktik perang sarung harus benar-benar dihapuskan dan tidak boleh lagi terjadi di wilayah Boyolali.
“Hal tersebut harus betul-betul dihapuskan, jangan sampai terjadi perang sarung di Boyolali,” tegasnya.
Dua Kali Aksi Perang Sarung
Belum genap sepekan Ramadan berjalan, jajaran Polres Boyolali tercatat sudah dua kali mengamankan potensi bentrokan perang sarung.
“Alhamdulillah bisa kita cegah, kita amankan sarung. Sehingga tidak terjadi perang sarung,” katanya.
Baca juga: Perang Sarung di Boyolali Ternyata Terorganisir, Gunakan Grup WA untuk Berkomunikasi
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, hingga pihak sekolah untuk bersama-sama mengawasi dan membina generasi muda.
Selain itu, Kapolres juga berharap, momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif dan memperkuat nilai-nilai keagamaan, bukan justru diwarnai aksi yang membahayakan keselamatan. (*)
| Perang Sarung di Boyolali Ternyata Terorganisir, Gunakan Grup WA untuk Berkomunikasi |
|
|---|
| Perang Sarung Marak di Boyolali, Saling Cari Lawan via Media Sosial WhatsApp Hingga Instagram |
|
|---|
| Perang Sarung di Boyolali Dini Hari, 2 Pemuda Diamankan Polres Boyolali |
|
|---|
| 27 Remaja Diamankan Polisi di Boyolali, 12 Diantaranya Modifikasi Sarung dengan Isi Batu |
|
|---|
| Modifikasi Sarung jadi Senjata Tawuran, 27 Remaja Diamankan Polisi di Boyolali Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Perang-sarung-34.jpg)