Perang Sarung di Boyolali

Perang Sarung Marak di Boyolali, Saling Cari Lawan via Media Sosial WhatsApp Hingga Instagram

Koordinasi antar anggota, termasuk untuk mencari lawan perang sarung ini dilakukan melalui media sosial dan komunikasi daring.

Tayang:
Dok. Tim Sparta
PERANG SARUNG - Ilustrasi sarung yang dimodif remaja yang hendak melakukan perang sarung, beberapa waktu lalu. Aksi perang sarung antar kelompok remaja kerap muncul saat bulan suci Ramadan. Tak terkecuali di Kabupaten Boyolali. Para pelaku perang sarung biasanya melakukan koordinasi antar anggota hingga mencari lawan melalui media sosial, seperti WhatsApp dan Instagram. 

 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Aksi perang sarung antar kelompok remaja kerap muncul saat bulan suci Ramadan. Tak terkecuali di Kabupaten Boyolali.

Para pelaku perang sarung biasanya telah terorganisasi melalui grup WhatsApp

Koordinasi antar anggota, termasuk untuk mencari lawan, dilakukan melalui media sosial dan komunikasi daring.

Baca juga: 9 Remaja di Sumber Solo Diamankan Tim Sparta Gara-gara Modif Sarung untuk Tawuran Perang Sarung

Hal ini merupakan temuan dari Kapolres Boyolali, Indra Maulana Saputra.

“Saat ini di zaman media sosial ini mereka menggunakan chat WA, Instagram dan lain-lain. Itu media berkumpul maupun untuk sama-sama melakukan perang sarung,” ujar Indra, usai rapat koordinasi lintas sektoral di Pendopo Ageng Boyolali, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam melakukan pengawasan.

Meski demikian, pihaknya mengaku tidak bisa bekerja sendiri untuk mencegah aksi tersebut. 

Baca juga: Kurir Narkoba Asal Boyolali Diamankan, Membawa Puluhan Gram Sabu

Indra mengungkap perang sarung telah menjadi kebiasaan buruk yang terus berulang setiap Ramadan dan berpotensi menimbulkan dampak serius.

“Itu menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak. Karena menimbulkan luka ringan, luka berat sampai mungkin dapat menyebabkan meninggal dunia,” ujar Indra.

Ia menegaskan, praktik perang sarung harus benar-benar dihapuskan dan tidak boleh lagi terjadi di wilayah Boyolali.

“Hal tersebut harus betul-betul dihapuskan, jangan sampai terjadi perang sarung di Boyolali,” tegasnya.

Sudah 2 Kali Nyaris Terjadi

Belum genap sepekan Ramadan berjalan, jajaran Polres Boyolali tercatat sudah dua kali mengamankan potensi bentrokan perang sarung.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved