Santri di Bulukerto Wonogiri Meninggal
Bupati Minta Disdikbud Evaluasi Kasus Siswa SD Tewas di Wonogiri
Bupati meminta dinas melakukan evaluasi pada sekolah-sekolah di Wonogiri. Ini terkait dengan tewasnya siswi SD karena mengalami kekerasan.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Kini polisi sudah memeriksa 9 orang terkait kasus ini.
Ini dikatakan Kasatreskrim Polres Wonogiri, Iptu Agung Sedewo.
Dia mengatakan 9 orang ini dari pihak yayasan.
"Ada 9 orang dari pihak sekolah dan yayasan yang kita mintai keterangan," jelasnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, 9 orang itu di antaranya pemilik yayasan, kepala sekolah, guru hingga driver di sekolah tersebut.
Pihaknya mendalami keterangan pihak sekolah yang tidak menyampaikan sesuai dengan fakta di lapangan, misalnya keterangan korban masuk angin.
"Kita masih mendalami hal itu," paparnya.
Pastikan Ada Kekerasan
Diketahui, hasil penyelidikan polisi membantah keterangan tersebut.
Polisi memastikan ada tindakan kekerasan yang terjadi di sekolah.
"Dari serangkaian penyidikan penyelidikan, saat ini kita sudah menetapkan anak sebagai pelaku, satu orang," kata dia, Rabu (18/2/2026).
Menurut Kasatreskrim, kedua anak itu bertengkar di dalam ruang kelas usai saling ejek pada Sabtu (14/2/2026). Dari situlah ada beberapa tindakan kekerasan.
"Masalahnya terlibat saling ejek nama orang tua dan dijodoh-jodohkan dengan teman perempuan," katanya.
Baca juga: Polres Wonogiri Periksa 9 Orang : Klaim Sekolah Soal Santri Sakit Tak Sesuai Fakta, Ada Kekerasan
Berdasarkan keterangan anak sebagai pelaku R (11), korban sempat dijegal hingga terjatuh dan kepalanya membentur lantai.
Tak sampai di situ, saat korban terduduk, R kemudian menindih tubuh korban sembari memegang leher korban lalu mendorong tubuh korban.
Saat kejadian itu, menurutnya ada tiga siswa lain yang menyaksikan. Bahkan keduanya sempat dilerai oleh teman yang menyaksikan itu.
"Kekerasan itu mengakibatkan luka yang cukup fatal," jelasnya.
Diduga kuat peristiwa itu yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Usai peristiwa itu, korban mengeluh pusing dan sempat muntah sebanyak tiga kali sebelum akhirnya dilarikan ke klinik oleh pihak sekolah.
"Meninggal dalam perjalanan, sampai rumah sakit sudah meninggal dunia," terangnya. (*)
| Kasus Anak Tewas Dianiaya di Lingkungan Ponpes Bulukerto Wonogiri, Pelaku Dibina 3 Bulan di YPAN |
|
|---|
| Kasus Anak Tewas Gegara Penganiayaan di Bulukerto Wonogiri, Begini Rekomendasi Bapas! |
|
|---|
| Dunia Pendidikan Wonogiri Harus Berbenah Demi Cegah Kematian Anak Terulang, Wajib Pengecekan Berkala |
|
|---|
| Dua Kasus Kematian Siswa Gegerkan Wonogiri, Polres Wonogiri Ajak Disdik dan Kemenag Duduk Bersama |
|
|---|
| Siswa Meninggal di Lingkungan Ponpes Bulukerto, Bupati Wonogiri Sayangkan Tak Segera Dilaporkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/PENYEBAB-MENINGGAL-Ekshumasi-makam-santri-salah-satu-ponpes-di-Kecamatan-Bulukerto-Wonogiri.jpg)