Sritex Tutup Permanen
Setahun PHK Massal Sritex di Sukoharjo, Pencairan Pesangon dan THR Masih Ditunggu Para Eks Karyawan
Harapan para eks karyawan mendapatkan hak pesangon dan THR masih belum terwujud meski sudah setahun berlalu sejak PHK massal.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Setahun sudah berlalu sejak 8.475 karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat kepailitan
- Hak pesangon dan tunjangan hari raya (THR) bagi ribuan karyawan yang di-PHK masih belum diberikan hingga saat ini.
- Untuk memperingati satu tahun peristiwa tersebut, Forum Eks Karyawan Sritex berencana menggelar doa bersama dan refleksi di depan gerbang pabrik PT Sritex
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Setahun sudah berlalu sejak 8.475 karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat kepailitan perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Namun hingga kini, harapan para eks karyawan untuk mendapatkan hak pesangon dan tunjangan hari raya (THR) masih belum terwujud.
Untuk memperingati satu tahun peristiwa tersebut, Forum Eks Karyawan Sritex berencana menggelar doa bersama dan refleksi di depan gerbang pabrik pada Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol keteguhan sekaligus pengingat bahwa perjuangan mereka belum selesai.
Koordinator Forum Eks Karyawan Sritex, Agus Wicaksono, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk ikhtiar dan penguatan solidaritas sesama mantan pekerja.
“Sudah satu tahun kami menunggu kepastian. Harapan kami masih sama, pesangon dan THR bisa segera dibayarkan. Itu hak kami sebagai buruh,” ujar Agus, Jumat (27/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para eks karyawan akan menggelar doa bersama, pembacaan puisi, serta narasi refleksi setahun PHK.
Baca juga: Besok! Refleksi Setahun PHK Massal Sritex, Eks Karyawan Bakal Gelar Aksi Doa Bersama
Mereka juga akan melakukan konsolidasi internal untuk merumuskan langkah perjuangan selanjutnya setelah Lebaran.
Agus menegaskan, doa yang dipanjatkan bukan hanya untuk kekuatan para eks pekerja, tetapi juga agar kurator yang menangani proses kepailitan dapat segera menyelesaikan pemberesan aset dan mempercepat proses pelelangan.
Berharap Kinerja Kurator Diawasi
Selain itu, mereka berharap pemerintah daerah maupun pusat serta hakim pengawas dapat mengawal dan mengawasi kinerja kurator secara serius.
“Harapan kami sederhana. Pemerintah benar-benar turun tangan, proses dipercepat, dan hak kami bisa segera cair. Setahun sudah cukup lama bagi kami untuk menunggu,” tegasnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang tak mudah, mereka tetap menggantungkan harapan besar agar keadilan bagi buruh benar-benar ditegakkan.
Mengapa Terjadi PHK Massal Sritex?
| Aria Bima Janji Fasilitasi Pertemuan dengan DPR RI, eks Buruh Sritex Sukoharjo : Belum Ada Realisasi |
|
|---|
| Respons eks Buruh Sritex Sukoharjo Soal Klaim Aria Bima Tentang Pesangon: Jangan Hanya Omon-omon |
|
|---|
| Aria Bima Sebut Pesangon Sritex Sukoharjo Bakal Cair Tahun Ini, eks Buruh Klaim Belum Tahu |
|
|---|
| Aria Bima Janji Dorong Penjualan Aset Sritex Sukoharjo, Enggan Jabarkan Situasi Negosiasi |
|
|---|
| Bocoran Pesangon Eks Karyawan Sritex Sukoharjo, Aria Bima Sebut Sudah Ada Progres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-pabrik-PT-Sritex-Sukoharjo-Jumat-952025-2.jpg)