Cuaca Ekstrem di Solo Raya

Sebagian Solo Raya Dilanda Hujan Angin, BMKG Ungkap Penyebabnya

Pada Rabu (4/3/2026) sore, Kabupaten Klaten tercatat diguyur hujan lebat disertai angin kencang, bahkan beberapa wilayah mengalami hujan es. 

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Istimewa
CUACA EKSTREM - Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Klaten pada Rabu (4/3/2026) sore. Hujan lebat yang disertai angin kencang bahkan dilaporkan memicu hujan es di beberapa wilayah. BMKG mengungkap penyebab kondisi cuaca ini adalah pengaruh dari tiga bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Cuaca ekstrem melanda Solo Raya pada 4 Maret 2026, hujan lebat disertai angin kencang dan hujan es menyebabkan kerusakan rumah serta pohon tumbang di Klaten, termasuk Manisrenggo, Prambanan, Wedi, Juwiring, Bayat, dan Trucuk.
  • BMKG menyebut tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) jadi penyebab, memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 Maret 2026.
  • Masyarakat diimbau waspada, memantau info BMKG, dan hindari area rawan pohon tumbang atau banjir.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Cuaca ekstrem akhir-akhir ini kembali melanda wilayah Solo Raya.

Pada Rabu (4/3/2026) sore, Kabupaten Klaten tercatat diguyur hujan lebat disertai angin kencang, bahkan beberapa wilayah mengalami hujan es. 

Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak dan pohon tumbang di berbagai kecamatan, termasuk Manisrenggo, Prambanan, Wedi, Juwiring, Bayat, dan Trucuk, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

Petugas Pusdalops BPBD, Indiarto, menjelaskan hujan deras mulai terjadi pada sore hari, memicu kerusakan ringan hingga sedang di beberapa lokasi.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kabupaten Karanganyar Kamis 5 Maret 2026 : Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat

Bibit Siklon Tropis Penyebab Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengungkap penyebab kondisi cuaca ini adalah pengaruh dari tiga bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia.

1. Bibit Siklon Tropis 90S

Terbentuk pada 27 Februari 2026, bibit ini berada di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.

BMKG memperkirakan peluangnya sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis, bergerak perlahan ke timur dalam 24 jam ke depan.

Dampak tidak langsung meliputi hujan sedang hingga lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Timur, serta angin kencang di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, dan NTT.

Tinggi gelombang laut di perairan tertentu bisa mencapai 4-6 meter.

Baca juga: Hujan Deras Angin Kencang Picu Longsor di Karanganyar, Jalur Baru Tawangmangu–Gondosuli Tertutup

2. Bibit Siklon Tropis 93S

Terbentuk pada 2 Maret 2026 di Samudra Hindia barat Australia, 93S berpeluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke barat.

Sistem ini meningkatkan tinggi gelombang laut hingga 6 meter di Samudra Hindia dan perairan sekitarnya.

3. Bibit Siklon Tropis 92P

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved