Campak di Klaten

2 Anak Terpapar Campak, Klaten Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Klaten tetapkan KLB campak setelah dua anak terpapar. Dinkes lakukan imunisasi massal ORI.

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Putradi Pamungkas
health.kompas.com
CAMPAK - Ilustrasi anak terkena campak. Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah ditemukan dua anak terpapar virus tersebut, Jumat (13/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Klaten tetapkan KLB campak setelah dua anak terpapar virus dalam waktu berdekatan, sesuai kriteria kejadian luar biasa kesehatan
  • Dinas Kesehatan Klaten langsung menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) berupa imunisasi massal bagi anak usia 9–59 bulan untuk mencegah penyebaran campak
  • Masyarakat diimbau mengikuti vaksinasi campak agar terbentuk herd immunity dan mencegah munculnya kasus baru di Klaten

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak setelah ditemukan dua anak terpapar virus tersebut.

Penetapan status KLB ini menjadi langkah cepat pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran penyakit menular di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan bahwa secara epidemiologi, kemunculan dua kasus penyakit yang sama dalam waktu berdekatan di satu wilayah sudah memenuhi kriteria KLB.

"Secara kesehatan, terjadinya dua kasus atau lebih di suatu wilayah yang berdekatan dalam waktu yang bersamaan di saat sebelumnya belum ada (penyakit). Itu secara kesehatan memang sudah disebutkan sebagai KLB," ujar Anggit kepada TribunSolo.com, Jumat (13/3/2026).

CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto ditemui pada Jumat (13/3/2026). Dia menjelaskan soal ada 2 anak di Klaten terpapar Campak.
CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto ditemui pada Jumat (13/3/2026). Dia menjelaskan soal ada 2 anak di Klaten terpapar Campak. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

KLB Campak di Klaten Picu Imunisasi Massal ORI

Sebagai respons atas status KLB campak tersebut, Dinkes Klaten langsung melakukan penanganan melalui program Outbreak Response Immunization (ORI).

ORI merupakan program imunisasi massal yang dilakukan secara serentak untuk menghentikan penyebaran penyakit menular berbahaya, seperti campak maupun difteri.

Menurut Anggit, sasaran program ini adalah anak-anak usia 9 hingga 59 bulan di wilayah terdampak.

"Ada seluruh anak di usia 9 sampai 59 eh 59 bulan di seluruh wilayah itu jadi konsen dari Jawa Tengah terkait dengan itu (campak). Sehingga Klaten dilakukan kegiatan ORI," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dinkes Klaten Deteksi Virus Campak, 2 Anak Terpapar

Dinkes Imbau Orang Tua Ikutkan Anak Vaksin

Dinas Kesehatan Klaten mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar membawa anak-anak yang masuk dalam kelompok sasaran untuk mengikuti imunisasi ORI.

Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting agar kekebalan kelompok atau herd immunity dapat terbentuk dan penyebaran virus campak dapat dihentikan.

"Harapannya semua masyarakat ikut melakukan vaksinasi bagi sasaran tersebut. Sehingga diharapkan semuanya terbentuk herd immunity, kekebalan yang menyeluruh dari seluruh masyarakat," kata Anggit.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved