Harga Plastik Naik
Penyebab Harga Plastik Naik Ugal-ugalan di Solo Raya, Diprediksi Bakal Bertahan Lama
Dampak dari kenaikan harga tersebut langsung terasa pada aktivitas jual beli. Ade menyebut, minat konsumen menurun drastis.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Harga cup dan plastik di Grogol naik sejak Ramadan 2026, bahkan hampir 2x lipat; slop cup dari Rp12 ribu jadi Rp20–21 ribu.
- Dampaknya, daya beli turun, penjualan sepi, dan pelaku UMKM makanan-minuman tertekan karena biaya naik.
- Penyebabnya konflik global & penutupan Selat Hormuz yang picu lonjakan harga energi dan bahan baku plastik.
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Kenaikan harga cup dan plastik mulai dirasakan masyarakat sejak awal Ramadan 2026 dan terus berlanjut hingga setelah Lebaran.
Lonjakan harga ini berdampak langsung pada daya beli konsumen yang kini lebih berhati-hati dalam berbelanja.
Sejumlah pedagang di wilayah Grogol mengaku mengalami penurunan penjualan akibat harga yang naik signifikan.
Baca juga: Harga Cup dan Plastik di Sukoharjo Melonjak Sejak Ramadhan, Daya Beli Konsumen Menurun
Harga Naik Hampir Dua Kali Lipat
Ade, seorang karyawan toko plastik di Grogol, mengungkapkan bahwa harga cup plastik mengalami lonjakan drastis dalam beberapa pekan terakhir.
“Satu slop isi 50 cup sekarang Rp20 ribu sampai Rp21 ribu. Sebelumnya hanya sekitar Rp12 ribu,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya itu, harga satu dus cup plastik yang sebelumnya sekitar Rp240 ribu kini melonjak hingga Rp400 ribu.
Kenaikan ini terjadi secara bertahap, mulai dari 30 persen, kemudian naik lagi sekitar 20 persen, hingga kini hampir mencapai dua kali lipat.
Baca juga: Siap-Siap! Harga Es Teh Jumbo di Sukoharjo Bisa Naik Rp1.000 per Cup Imbas Naiknya Harga Plastik
Penjualan Menurun, Konsumen Menahan Belanja
Dampak dari kenaikan harga tersebut langsung terasa pada aktivitas jual beli. Ade menyebut, minat konsumen menurun drastis.
“Banyak yang tadinya mau beli, akhirnya batal karena harga naik,” katanya.
Selain cup plastik, harga plastik eceran juga mengalami kenaikan dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram, atau naik sekitar 50 persen.
Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil, terutama di sektor makanan dan minuman, mulai tertekan karena biaya operasional meningkat.
Baca juga: Harga Cup dan Plastik di Sukoharjo Melonjak Sejak Ramadhan, Daya Beli Konsumen Menurun
Dampak Konflik Global terhadap Harga Plastik
Lonjakan harga plastik tidak lepas dari situasi global, terutama konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Konflik tersebut berdampak pada terganggunya rantai pasok bahan baku plastik yang sebagian besar masih bergantung pada impor.
Salah satu faktor utama adalah penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.
Akibatnya, harga minyak mentah melonjak dari 67 dolar AS per barel menjadi 98 dolar AS per barel pada Maret 2026. Harga gas alam di Asia dan Eropa juga meningkat lebih dari 60 persen.
| Jeritan Produsen Pakaian Dalam Rumahan di Klaten : Sepi Pesanan Sampai Harus Kurangi 6 Karyawan! |
|
|---|
| Belum Naik! Harga Es Batu PUDAM Karanganyar Masih Tunggu Evaluasi Meski Harga Plastik Melonjak |
|
|---|
| Biaya Produksi Melejit, Harga Es Teh Jumbo di Solo Ikut Naik, Tambah Rp 1000 per Cup |
|
|---|
| Harga Plastik di Solo Raya Naik, Salah Satu Penyebabnya Karena Penutupan Selat Hormuz |
|
|---|
| Harga Cup dan Plastik di Sukoharjo Melonjak Sejak Ramadhan, Daya Beli Konsumen Menurun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-gelas-plastik-2024.jpg)