Harga Plastik Naik

Jeritan Produsen Pakaian Dalam Rumahan di Klaten : Sepi Pesanan Sampai Harus Kurangi 6 Karyawan!

Permintaan pasar yang menurun makin diperparah dengan kenaikan harga bahan baku. Ongkos produksi pun otomatis merangkak naik.

Tayang:
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
MENJAHIT PAKAIAN DALAM - Karyawan Nafisa Konveksi, produsen pakaian dalam rumahan di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, tengah menjahit, Rabu (3/6/2026). Imbas harga bahan baku naik dan daya beli menurun, Nafisa Konveksi mengungkap keuntungan usaha menurun hingga 50 persen dan terpaksa mengurangi karyawan. 

Ringkasan Berita:
  • Produsen pakaian dalam rumahan di Desa Tempursari, Ngawen, Klaten, terdampak kenaikan harga bahan baku sejak Lebaran lalu, mulai dari kain polyester, benang, hingga plastik kemasan.
  • Pemilik Nafisa Konveksi, Fakhrudin (58), mengaku kenaikan ongkos produksi terjadi di tengah kondisi daya beli masyarakat yang sedang menurun.
  • Kondisi tersebut membuat keuntungan usaha turun drastis hingga 50 persen. Keuntungan per lusin yang sebelumnya Rp10 ribu kini hanya sekitar Rp5 ribu.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Produsen pakaian dalam rumahan di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten, mengeluhkan sepinya pesanan.

Permintaan pasar yang menurun makin diperparah dengan kenaikan harga bahan baku.

TERJEPIT. Kondisi pemilik usaha pakaian dalam di Klaten terjepit, karena harga bahan baku naik dan daya beli menurun. Keuntungan mereka turun sampai 50 persen.
TERJEPIT. Kondisi pemilik usaha pakaian dalam di Klaten terjepit, karena harga bahan baku naik dan daya beli menurun. Keuntungan mereka turun sampai 50 persen. (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Di saat ongkos produksi terus merangkak naik, keuntungan usahapun ikut terpangkas drastis.

Kondisi itu dirasakan pelaku usaha konveksi rumahan, salah satunya Nafisa Konveksi milik Fakhrudin (58).

Keuntungan Turun Drastis

Ia mengaku usaha yang dijalankannya kini tidak lagi menghasilkan keuntungan seperti sebelumnya.

Menurut Fakhrudin, penurunan keuntungan bahkan mencapai hingga 50 persen dibanding kondisi normal.

"Ya paling bisa 50 persen lah (keuntungan sekarang). Kalau harganya untung per dosen itu Rp10.000, sekarang Rp5.000," ujarnya, Rabu (3/6).

Dalam sehari, Nafisa Konveksi mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 lusin pakaian dalam dengan berbagai jenis.

Produk yang dibuat pun cukup beragam, mulai pakaian dalam wanita, pria hingga anak-anak.

Baca juga: Industri Plastik di Solo Tertekan, Jam Kerja Karyawan Mulai Dikurangi, PHK Mulai Mengintai

Harga jual produk bervariasi, mulai Rp 30 ribu per lusin hingga Rp 90 ribu per lusin tergantung jenis dan kualitas barang.

Namun dengan kondisi bahan baku yang terus naik, ruang keuntungan pelaku usaha semakin sempit.

Di sisi lain, mereka juga kesulitan menaikkan harga jual karena khawatir pembeli semakin berkurang.

Biaya Produksi Naik

Kenaikan biaya produksi disebut terjadi pada sejumlah bahan baku utama, mulai dari kain polyester (PE), benang hingga plastik pembungkus produk. Dari seluruh bahan baku tersebut, kenaikan paling tinggi terjadi pada harga plastik kemasan.

"Terutama bahan bakunya plastik ini. Tinggi sekali kenaikannya. Kemarin sebelum lebaran Rp 30 ribu, sekarang Rp 52.000 per kg," jelasnya.

Baca juga: Kantong Plastik Mahal Imbas Dolar Naik, Pedagang Pasar Jungke Karanganyar Ubah Cara Layani Pembeli

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved