Campak di Klaten

Ini Syarat Status KLB Campak di Klaten Dinyatakan Selesai dan Dicabut!

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Klaten dipastikan akan berakhir setelah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).

TribunSolo.com/Ibnu DT
VAKSIN CAMPAK - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada balita dalam kegiatan ORI campak di Balai Desa Ngering, Jogonalan, Klaten, sebagai respons penanganan KLB campak, Jumat (27/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Status KLB campak di Klaten ditetapkan setelah ditemukan lebih dari dua kasus pada anak.
  • Pemerintah melakukan ORI atau imunisasi massal darurat untuk menekan penyebaran.
  • KLB akan berakhir otomatis setelah program vaksinasi ORI selesai dilaksanakan.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Klaten dipastikan akan berakhir setelah pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal darurat dinyatakan selesai.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menjelaskan bahwa penetapan status KLB merupakan langkah cepat pemerintah dalam merespons temuan kasus campak pada anak-anak.

"Status KLB kesehatan itu, untuk tindak lanjut ORI," ujar Anggit, saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Dinkes Solo Sebut Ciri-ciri Suspek Campak : Demam Tinggi Hingga Muncul Ruam di Belakang Telinga

ORI sendiri merupakan program imunisasi massal darurat yang dilakukan untuk menekan penyebaran campak di wilayah terdampak.

Menurut Anggit, status KLB tidak akan berlangsung selamanya dan akan dicabut secara otomatis setelah penanganan selesai, khususnya setelah pelaksanaan vaksinasi ORI tuntas.

"Jika vaksinasi ORI selesai, dengan sendirinya status (KLB kesehatan) selesai," pungkasnya.

Penetapan status ini sebelumnya dilakukan setelah ditemukan lebih dari dua anak yang terjangkit campak, sehingga diperlukan langkah penanganan cepat dan terukur.

Sudah Capai 50 Persen Lebih

Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Kabupaten Klaten telah mencapai 55,16 persen atau 29.394 anak hingga Senin (30/3/2026), dari total sasaran 53.288 anak di 401 desa/kelurahan.

Program ini digelar sejak Maret 2026 menyusul penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten.

Kepala Dinkes Klaten Anggit Budiarto, mengatakan percepatan vaksinasi terus dilakukan agar cakupan segera maksimal.

“Cakupan ORI Campak sampai Senin (30/3/2026) mencapai 55,16 persen atau sebanyak 29.394 anak yang tersebar di 401 Desa/Kelurahan se-Kabupaten Klaten dari sasaran 53.288,” ujarnya, pada Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan, pihaknya tidak memasang batas waktu kaku, namun mendorong penyelesaian dalam waktu relatif cepat.

Baca juga: Cara Penularan Penyakit Campak & Ciri-cirinya, Dinkes Klaten Imbau Masyarakat Terapkan Hidup Bersih

“Totalnya itu 53 ribu sasaran. Sedangkan untuk target penyelesaian dari kami semakin cepat semakin baik,” katanya.

Pernyataan itu kemudian diperjelas dengan strategi lapangan yang disiapkan.

“Jadi dari pemerintah memang tidak memberikan target dalam satu bulan harus selesai. Namun kami (Dinkes) menyampaikan kepada teman-teman untuk bisa diselesaikan 1 bulan sampai 2 bulan,” imbuhnya.

Pelaksanaan ORI menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan. Dinkes memastikan ketersediaan vaksin mencukupi karena didukung pasokan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Bupati Hamenang Beri Bantuan Warga Klaten yang Terdampak Puting Beliung, Ingatkan Cuaca Ekstrem

Di lapangan, kegiatan imunisasi berlangsung di berbagai titik layanan yang dilakukan di balai desa. 

Petugas kesehatan tampak menyiapkan vaksin, melakukan skrining, hingga menyuntikkan dosis kepada balita yang didampingi orang tua.

Anggit berharap program ini mampu membentuk kekebalan kelompok.

“Harapannya jelas, nanti terbentuklah herd immunity ya terhadap campak sehingga kasus campak tidak ada lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus campak sebelumnya sempat tidak ditemukan di Klaten dalam beberapa tahun terakhir.  

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved