BIOGRAFI: KH Abdul Hamid Zuhri, Pengasuh Ponpes An Najah Dawar Boyolali

Berikut cerita KH Abdul Hamid adalah Pengasuh Ponpes An Najah Dawar Boyolali.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso

Ia rela meninggalkan gelar sarjana demi tetap dekat dan khidmat kepada gurunya.

“Saya khidmat sama kyai. Dan yang saya rasakan berkahnya dari kyai,” ujarnya.
“Hidup saya seperti ini karena kyai.”

Perjalanannya dalam menuntut ilmu berlanjut ke sejumlah pesantren lain di wilayah Pare dan Bangil, Jawa Timur.

Merintis dari Nol Hingga Berdirinya Pesantren

Hamid baru kembali ke kampung halaman setelah menikah.

Namun, kehidupan rumah tangganya tidak langsung mapan.

Ia harus berpindah-pindah dan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di tengah keterbatasan, ia mulai mengajar mengaji anak-anak di sekitar Dawar.

“Pagi ngaji Qur’an sama pelajar. Lama-lama tambah, ngaji sore diniyah,” tuturnya.

Seiring waktu, jumlah santri terus bertambah.

Bahkan, seorang santri dari Salatiga datang dan ingin tinggal di rumahnya.

Dengan kondisi seadanya, Hamid menyekat rumahnya untuk tempat tinggal santri.

Dari satu santri, jumlahnya terus berkembang.

Ia pun mulai membangun kamar sederhana untuk para santri di sekitar rumahnya.

“Saya ga tau ya… saya buatkan kamar hanya 1 meter. Tapi kok krasan,” ucapnya haru.
“Masya Allah.”

Baca juga: Dalami Keterangan Masuk Angin Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Pemilik Yayasan - Driver Diperiksa

Santri-santri itu tidak hanya belajar agama, tetapi juga ikut membantu aktivitas sehari-hari.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved