Viral Penganiayaan di Exit Tol Prambanan

Viral Penganiayaan di Exit Tol Prambanan Jogonalan Klaten, Polisi Sebut Sempat Picu Aksi Sweeping

Insiden yang disebut terjadi pada Selasa (21/4/2026) itu juga sempat memicu kabar adanya aksi sweeping oleh sekelompok masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
DUGAAN PENGANIAYAAN - Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi saat ditemui di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (23/4/2026). Faruk mengungkap pihaknya telah menerima informasi terkait kasus dugaan penganiayaan di sekitar Exit Tol Prambanan, wilayah Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, viral di media sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus dugaan penganiayaan di sekitar Exit Tol Prambanan, Klaten, viral di media sosial.
  • Kabar tersebut memicu rencana sweeping oleh kelompok lain, namun berhasil dicegah polisi.
  • Satu korban telah melapor, diduga mengalami luka akibat benda tumpul, dan kasus masih diselidiki.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kasus dugaan penganiayaan di sekitar Exit Tol Prambanan, wilayah Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, viral di media sosial dan kini tengah ditangani Polres Klaten.

Insiden yang disebut terjadi pada Selasa (21/4/2026) itu juga sempat memicu kabar adanya aksi sweeping oleh sekelompok masyarakat.

Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi, membenarkan pihaknya telah menerima informasi terkait kejadian tersebut. 

Polisi bergerak cepat setelah mendapat laporan dari warga mengenai adanya upaya sweeping di lokasi.

Baca juga: Aksi 3 Santri Ponpes Wonogiri Pelaku Penganiayaan Santri hingga Tewas, Pukul dan Tendang Korban

"Kemarin kita mendapatkan laporan pengaduan dari masyarakat, bahwa ada beberapa orang yang berusaha untuk melakukan sweeping. Dan kita langsung datang ke lokasi dan kita sudah membubarkan," ujar Faruk, saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Kronologi Kejadian

Faruk menjelaskan, dugaan penganiayaan terjadi lebih dulu sebelum muncul rencana aksi sweeping tersebut.

"Jadi memang mereka pada saat kita ke lokasi sudah kita imbau, sudah kita kumpulkan dan sudah kita ajak diskusi juga. Sehingga mereka membubarkan diri dan mereka berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi untuk mengganggu ketertiban umum," jelasnya.

Menurutnya, rencana sweeping itu muncul karena beredarnya informasi soal aksi kekerasan di lokasi yang sama.

"Ada informasi yang mengatakan bahwa telah terjadi kekerasan, ada juga informasi yang mengatakan bahwa paginya ada kejadian (penganiayaan) di situ," jelasnya.

"Namun demikian kita itu sampai saat ini baru menerima laporan pengaduan terkait yang ini (penganiayaan), yang di siang hari," imbuhnya.

Baca juga: 1.122 Calon Jemaah Haji Klaten Siap Berangkat ke Tanah Suci, Masuk Asrama Donohudan Mulai 10 Mei

Sweeping Bukan dari Kelompok Korban

Ia menegaskan, pihak yang hendak melakukan sweeping bukan berasal dari kelompok korban, melainkan kelompok lain yang datang atas dasar solidaritas.

"Dan itu bukan bagian dari mereka, dari bagian kelompok yang lain. Tapi karena karena katanya mereka dengan alasan solidaritas, makanya mereka berusaha untuk datang dan alhamdulillah bisa dicegah dengan cepat oleh anggota kepolisian," ucapnya.

Saat ini, satu orang korban telah resmi melapor ke Polres Klaten.

Korban diduga mengalami luka akibat benda tumpul, sementara proses penyelidikan masih terus berlangsung.

 

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved