Idul Adha 2026
Antisipasi Penyebaran PMK, Pengawasan Hewan Kurban di Sukoharjo Jelang Idul Adha Diperketat
DPP Sukoharjo perketat pengawasan hewan kurban jelang Idul Adha 2026 untuk cegah PMK.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- DPP Sukoharjo memperketat pengawasan hewan kurban jelang Iduladha 2026 untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
- Hewan kurban dari luar daerah wajib disinfektan dan karantina minimal tiga hari sebelum masuk pasar atau kandang pengepul.
- Petugas Puskeswan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem agar hewan kurban sehat dan daging aman dikonsumsi masyarakat.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), terutama dari hewan ternak yang masuk dari luar daerah.
Peningkatan aktivitas perdagangan sapi dan kambing menjelang Idul Adha membuat pengawasan kesehatan ternak diperketat.
DPP Sukoharjo fokus memantau hewan kurban dari luar wilayah guna memastikan kondisinya sehat sebelum diperjualbelikan maupun disembelih.
Hewan Kurban dari Luar Daerah Wajib Disinfektan dan Karantina
Kepala Bidang Peternakan DPP Sukoharjo, Susilo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pedagang, pengepul sapi, dan pengelola pasar hewan terkait prosedur kesehatan ternak.
Menurutnya, hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah wajib menjalani proses disinfektan dan karantina sementara sebelum bercampur dengan ternak lain.
“Kami sudah komunikasi dan edukasi kepada pengepul maupun pasar hewan. Kalau ada sapi dari luar harus dilakukan disinfektan dan karantina atau dipisah minimal tiga hari,” terangnya, Senin (11/5/2026).
Susilo menjelaskan, proses pemisahan ternak penting dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan tidak membawa virus PMK maupun penyakit menular lainnya.
Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, Harga Sapi di Sukoharjo Mulai Naik, Melonjak hingga Rp 2 Juta
Petugas Puskeswan Turun Langsung ke Pasar Hewan
Selain pengawasan di tingkat pengepul, DPP Sukoharjo juga menerjunkan petugas Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) ke pasar hewan.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sapi dan ternak lain yang masuk ke area perdagangan.
“Kami turunkan petugas dari UPTD puskeswan untuk pemeriksaan sapi yang masuk ke pasar hewan,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan agar hewan yang diperdagangkan tetap memenuhi standar kesehatan dan aman dijadikan hewan kurban.
Vaksinasi dan Obat Cacing Sudah Dilakukan Sejak Awal
Sebagai langkah pencegahan, DPP Sukoharjo juga telah menjalankan program vaksinasi PMK serta pemberian obat cacing kepada ternak di sejumlah wilayah.
“Dari awal kami sudah melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing,” jelas Susilo.
| Harga Sapi Melonjak Jelang Idul Adha 2026, Permintaan Kurban di Sukoharjo Tetap Tinggi |
|
|---|
| Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, Harga Sapi di Sukoharjo Mulai Naik, Melonjak hingga Rp 2 Juta |
|
|---|
| Sapi Kurban Prabowo dari Kabupaten Sukoharjo, Hasil Persilangan Sapi PO dan Simental |
|
|---|
| Dibalik Tubuh Jumbo Sapi Kurban Presiden Prabowo, Parikesit Ternyata Pemalu Saat Dikerubungi Warga |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden Prabowo dari Sukoharjo Akan Disalurkan ke Masjid di Desa Cemani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-sapi-milik-peternak-di-Kabupaten-Sukoharjo-5.jpg)