Idul Adha 2026
Jelang Hari Raya Idul Adha, Ratusan Sapi Kurban di Pasar Hewan Bekonang Sukoharjo Diperiksa
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Distankan Sukoharjo memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di Pasar Hewan Bekonang menjelang Idul Adha 1447 H.
- Pemeriksaan dilakukan karena mobilitas perdagangan sapi dari berbagai daerah meningkat, disertai disinfektasi dan layanan kesehatan hewan.
- Petugas memastikan sapi kurban sehat, cukup umur, serta sapi betina tidak dalam kondisi bunting atau masih produktif.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di Pasar Hewan Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (13/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular, seiring meningkatnya mobilitas perdagangan sapi dari berbagai daerah menjelang Idul Adha.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Susilo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap hari pasaran Kliwon di Pasar Hewan Bekonang.
Namun, intensitas pelayanan dan pengawasan ditingkatkan menjelang Hari Raya Kurban.
“Pada pagi hari ini adalah kegiatan rutin setiap hari pasaran Kliwon di Pasar Hewan Bekonang, sekaligus melakukan pemantauan jelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Susilo, Rabu (13/5/2026).
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga melakukan disinfektasi area pasar serta memberikan pelayanan reproduksi dan konsultasi kesehatan hewan kepada pedagang maupun pembeli.
“Pemantauan juga dilakukan dengan melakukan disinfektasi kemudian pelayanan terkait reproduksi dan juga kesehatan hewan. Karena ini menjelang hari Idul Kurban, pelayanan kita tingkatkan baik intensitasnya maupun jenisnya,” jelasnya.
Baca juga: Sudah Dibahas sejak 2018, Relokasi Pasar Hewan Silir Mojo Mandek Gegara Satu Masalah Ini!
Menurut Susilo, peningkatan pengawasan diperlukan lantaran terjadi kenaikan lalu lintas perdagangan sapi dari sejumlah daerah seperti Gunungkidul, Boyolali, Karanganyar, Klaten, hingga Sukoharjo sendiri.
“Karena terus terang saja ada peningkatan mobilitas perdagangan sapi dari beberapa daerah. Sehingga kita harus waspada dan melakukan deteksi dini terkait kemungkinan adanya penyebaran penyakit,” katanya.
Belum Ditemukan Adanya Sapi Sakit
Meski mobilitas ternak meningkat, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya sapi sakit yang diperjualbelikan di pasar hewan tersebut.
“Selama pengecekan dan menjelang Hari Raya tidak ada temuan sapi yang sakit diperjualbelikan,” ungkap Susilo.
Ia menyebutkan, pada hari pasaran tersebut tercatat sekitar 200 ekor sapi berada di Pasar Hewan Bekonang.
Jumlah itu sedikit menurun dibanding hari pasaran sebelumnya.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran PMK, Pengawasan Hewan Kurban di Sukoharjo Jelang Idul Adha Diperketat
Tak Hanya Cek Kesehatan
| Antisipasi Penyebaran PMK, Pengawasan Hewan Kurban di Sukoharjo Jelang Idul Adha Diperketat |
|
|---|
| Harga Sapi Melonjak Jelang Idul Adha 2026, Permintaan Kurban di Sukoharjo Tetap Tinggi |
|
|---|
| Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, Harga Sapi di Sukoharjo Mulai Naik, Melonjak hingga Rp 2 Juta |
|
|---|
| Sapi Kurban Prabowo dari Kabupaten Sukoharjo, Hasil Persilangan Sapi PO dan Simental |
|
|---|
| Dibalik Tubuh Jumbo Sapi Kurban Presiden Prabowo, Parikesit Ternyata Pemalu Saat Dikerubungi Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Distankan-Sukoharjo-memperketat-pengawasan-kesehatan-hewan-kurban-di-Pasar-Hewan-Bekonang.jpg)