Kenaikan Dolar

Keluh Kesah Pedagang Pasar Jungke Karanganyar Terimbas Dolar Naik : Kios Sepi, Dagangan Banyak Sisa

Daya beli masyarakat di Karanganyar menurun saat Dolar AS naik, pedagang Pasar Jungke mengeluh sepi.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
DAYA BELI TURUN - Suasana Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Kamis (21/5/2026). Kenaikan Dollar AS turut mempengaruhi harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional. 

Ringkasan Berita:
  • Daya beli masyarakat di Karanganyar menurun seiring melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS hingga Rp 17.653,70. Pedagang Pasar Jungke mengaku pasar menjadi lebih sepi.
  • Harga bahan pokok ikut naik, mulai cabai, bawang merah, kacang hijau hingga kacang tanah, membuat pembeli semakin kesulitan.
  • Pedagang berharap pemerintah segera menstabilkan ekonomi agar harga pangan terkendali dan daya beli masyarakat kembali meningkat.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang menyentuh Rp 17.653,70 turut berdampak pada daya beli masyarakat di pasar tradisional.

Kondisi ini dirasakan para pedagang di Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Pedagang mengaku pasar menjadi lebih sepi dalam beberapa hari terakhir.

Barang dagangan yang biasanya habis terjual kini masih banyak tersisa hingga sore hari.

Salah satu pedagang Pasar Jungke, Sunarmi (44), mengatakan penurunan daya beli masyarakat terjadi cukup drastis.

“Saat ini kondisi sepi, karena daya beli menurun drastis,” kata Sunarmi saat ditemui TribunSolo.com di kiosnya, Kamis (21/5/2026).

DAYA BELI TURUN - Suasana Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Kamis (21/5/2026). Kenaikan Dollar AS turut mempengaruhi harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional.
DAYA BELI TURUN - Suasana Pasar Jungke, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Kamis (21/5/2026). Kenaikan Dolar AS turut mempengaruhi harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Dagangan Banyak Tersisa

Menurut Sunarmi, kondisi pasar yang lesu sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir.

Penjualan bahan pangan mengalami penurunan dibanding hari-hari biasanya.

Ia mencontohkan stok cabai rawit yang biasanya habis dalam sehari kini masih menyisakan banyak barang dagangan.

“Biasa ramai, lombok nyetok 5 kilogram habis, sekarang sisa banyak dan ini sudah terjadi beberapa hari,” kata dia.

Tak hanya penjualan yang turun, sejumlah harga bahan pokok juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

Baca juga: Dolar AS Naik, Harga Bahan Pangan di Pasar Jungke Karanganyar Ikut Melonjak

Harga Cabai hingga Bawang Merah Naik

Sunarmi menyebut harga cabai rawit kini naik dari Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Sementara cabai merah naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 42 ribu per kilogram.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada bawang merah.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved