Benang Layangan Picu Kecelakaan di Solo
Benang Layangan Picu Kecelakaan, Lansia di Solo Terjatuh hingga Kepala Bersimbah Darah
Pria lansia tersebut terjatuh usai sepeda onthel yang ia kayuh tersenggol salah satu pemotor yang melintas.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Kendaraan keduanya pun bersenggolan hingga mengakibatkan S terjatuh dari sepeda yang ia tumpangi.
Baca juga: Benang Layangan di Flyover Waduk Cengklik Bikin Celaka, Warga Kartasura Tersayat di Leher
Korban terjatuh dengan kondisi kepala membentur aspal dan mengakibatkan pendarahan.
"Nah nyenggol bapaknya yang naik sepeda onthel dan akhirnya jatuh. Iya kepalanya sampai berdarah di bagian belakang kanan," urai Yastoro.
Insiden tersebut dikatakan oleh Yastoro membuat pemotor yang belum diketahui identitasnya tersebut sampai gemetar lantaran melihat korban yang bersimbah darah.
Namun warga yang menyaksikan kejadian itu mencoba menenangkan pemotor.
Selain pemotor, korban juga sempat enggan dievakuasi ke rumah sakit meski darah tak berhenti keluar dari kepalanya. Hingga akhirnya korban setuju dibawa ke rumah sakit PKU Muhamadiyah.
"Bapaknya itu setelah kejadian minta pulang, bahkan sempat enggan dibawa ke rumah sakit hampir dua jam. Keluarga bapaknya pun yang datang ke sini sampai membujuknya supaya mau untuk dibawa ke rumah sakit," imbuh Yastoro.
Disinggung soal kondisi pemotor, Yastoro menjelaskan bahwa beruntung pengendara yang masih berusia sekitar 20-an tahun itu tak mengalami luka.
Baca juga: Fakta Baru Bocah Tewas Mengapung di Sungai Irigasi Sukoharjo Jateng, Ada Lilitan Benang Layangan
"Untungnya pemotor pakai jaket Hoodie panjang. Untungnya itu, jadi nggak ada luka," sebut Yastoro.
Yastoro juga menambahkan bahwa kejadian layang-layang dengan benang panjang sering jatuh di sekitar lokasi. Ia pun cukup sering membersihkan benang layang-layang yang tajam tersebut.
"Kalau layangan jatuh sering, dan itu senarnya panjang-panjang. Banyak dan ganggu sekali buat pengendara," jelas Yastoro.
Dihubungi terpisah, Andy, putra dari korban mengatakan bahwa ayahnya sampai harus menjalani perawatan medis dengan dijahit 5 jahitan di bagian kepala.
"Sempat dijahit 5 jahitan di bagian kepala karena sobek. Tapi sekarang kondisi bapak saya sudah mulai membaik," pungkas Yastoro.
(*)
Technopark Batal Jadi Kelas Sementara, Bagaimana Nasib Calon Siswa Sragen Pendaftar Sekolah Rakyat? |
![]() |
---|
Haru Bupati Hamenang Hadiri Jambore Pramuka Anak Berkebutuhan Khusus, Bawa Semangat Klaten Inklusif |
![]() |
---|
Ajang MTA 2025: CEO Tribun Network Dahlan Dahi Dinobatkan sebagai Tokoh Media Berpengaruh |
![]() |
---|
Sosok Mbah Dirjo, Warga Ngemplak Tewas Terjatuh saat Pasang Atap di Solo, Usia 88 Tahun Masih Nukang |
![]() |
---|
Pindah Buku Semudah Potong Kuku |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.