Aksi Solidaritas Ojol

Dampak Kerusuhan Aksi di Solo, Ada 21 Korban Luka hingga Sesak Nafas

Korban aksi ricuh di Solo mencapai 21 orang. Mereka mengalami luka dan sesak nafas saat aksi berlangsung.

Tayang:
TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
BERSIHKAN SISA KERICUHAN - Petugas tampak membersihkan sisa-sisa kerusakan dari aksi demo yang berlangsung di kawasan Gladak, Solo, pada Jumat (29/8/2025) malam. Hingga Sabtu (30/8/2025) pagi, sejumlah titik di pusat kota tampak porak-poranda akibat aksi massa yang berujung ricuh. Di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, aroma asap masih menusuk hidung, bercampur dengan debu puing yang berserakan. 

Ini agar anak tak terlibat aksi ricuh.

“Tadi saya sampaikan partisipatif mengajak orang tua untuk menjaga anaknya,” ungkapnya saat ditemui di Mapolresta Solo, Minggu (31/8/2025).

Pihaknya juga akan mengarahkan kepala sekolah untuk bisa mengawasi para siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Nanti kita himbau kita briefing Kepala Sekolah tanggung jawab anak di bawah usia dewasa adalah tanggung jawab orang tua. Semua berjalan besok sekolah masuk seperti biasa,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan pengamanan, pihaknya juga melibatkan warga untuk menjaga wilayahnya masing-masing. 

Baca juga: Pengakuan Pemuda Asal Karanganyar, Sampai Gendengan Solo Dipanggil Lalu Ditangkap Polisi

“Yang penting pendekatan ke warga untuk menjaga wilayahnya masing-masing. Kita sudah persiapan antisipasi,” tuturnya.

Sebelumnya, ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Solo menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya rekan mereka, Affan Kurniawan, yang tewas setelah dilindas mobil rantis milik Brimob pada Kamis (28/8/2025) di Jakarta.

Aksi dimulai pukul 13.00 WIB, saat para driver ojol berkumpul di Plaza Stadion Manahan Solo.

Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun yang meninggal dunia pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Saat itu, Affan sedang mengantar pesanan makanan dan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI.

Ketika kericuhan terjadi dan aparat mulai membubarkan massa, sebuah kendaraan barracuda melaju cepat di tengah kerumunan dan menabrak dua pengemudi ojol Affan dan Moh Umar Amarudin.

Affan tewas di tempat, sementara Umar mengalami luka serius.

Aksi solidaritas meluas hingga menimbulkan kerusakan di beberapa lokasi di kota Solo, termasuk kawasan Gladak dan gedung DPRD Solo. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved