Grup Facebook Gay di Solo

Geger Kemunculan Grup Facebook Komunitas Gay di Solo, KPA Ingatkan Risiko Penularan HIV/AIDS

Grup Facebook “Gay Surakarta dan Sekitarnya” belakangan menjadi perhatian publik.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
GRUP GAY - Grup Facebook “Gay Surakarta dan Sekitarnya”, difoto Senin (22/9/2025). Komisioner Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Solo Tommy Pranoto mengingatkan Lelaki Seks Lelaki (LSL) termasuk beresiko tinggi menularkan HIV/AIDS. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Grup Facebook “Gay Surakarta dan Sekitarnya” belakangan menjadi perhatian publik.

Komisioner Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo, Tommy Pranoto, menegaskan bahwa Lelaki Seks Lelaki (LSL) termasuk dalam kelompok berisiko tinggi dalam penularan HIV/AIDS.

“Komunitas populasi kunci yang rentan tertular dan menularkan ada lima: LSL (Lelaki Seks Lelaki), PSP (Pekerja Seks Perempuan), Transgender, pemakai narkoba suntik, dan High Risk Man atau pelanggan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (22/8/2025).

Tommy menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan intens terhadap komunitas-komunitas tersebut, bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendampingi dan melakukan penanggulangan.

“Selama ini kita juga ikut memantau. LSM yang mendampingi juga ada. Itu memang agak sulit diketahui,” tuturnya.

Grup Facebook “Gay Surakarta dan Sekitarnya”
GRUP GAY - Grup Facebook “Gay Surakarta dan Sekitarnya”, difoto Senin (22/9/2025). Komisioner Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Solo Tommy Pranoto mengingatkan Lelaki Seks Lelaki (LSL) termasuk beresiko tinggi menularkan HIV/AIDS.

Ia menjelaskan bahwa komunitas LSL lebih sulit diidentifikasi dibandingkan komunitas transgender.

Secara fisik, mereka tampak seperti laki-laki pada umumnya dan masih berbaur dengan masyarakat, sehingga komunitasnya pun sulit dimasuki oleh orang luar.

“Secara fisik tidak bisa diketahui. Mereka masih berbaur dengan masyarakat dan komunitas sulit dimasuki orang yang tidak komunitas dia,” terangnya.

Meski belum secara spesifik menjangkau komunitas gay yang aktif di media sosial, KPA Solo tetap melakukan pendekatan melalui LSM yang memiliki akses ke kelompok rentan tersebut.

“Selama ini kami menjangkau atau mendampingi bekerjasama dengan LSM. LSM yang mendampingi menggiring ke tes setelah diketahui positif, ada LSM yang mendampingi untuk ikut terapi,” jelas Tommy.

Data KPA menunjukkan bahwa selama Januari hingga Juni 2026, dari 2.362 target sasaran LSL, baru sekitar 1.065 orang atau 45 persen yang menjalani tes HIV.

Secara keseluruhan, per Juni 2025, tercatat 1.480 kasus HIV di Kota Solo. Dari jumlah tersebut, 689 orang telah berkembang menjadi AIDS dan 186 di antaranya meninggal dunia.

Untuk memperluas jangkauan penanggulangan, KPA Solo mulai menerapkan pendekatan berbasis digital.

Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak individu yang berisiko.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved