Grup Facebook Gay di Solo
Grup Facebook Gay Surakarta Lenyap, Diskominfo Solo Pastikan Kemkomdigi Sudah Take Down
Diskominfo Kota Solo mengonfirmasi bahwa grup tersebut telah dihapus oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Grup Facebook “Gay Surakarta dan Sekitarnya” yang sempat menjadi perbincangan publik karena jumlah anggotanya mencapai lebih dari 13 ribu akun, mendadak hilang pada Selasa (23/9/2025).
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solo, Purwanti, mengonfirmasi bahwa grup tersebut telah dihapus oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).
“Intinya kita memang kita sudah memohon pada Komdigi untuk men-take down itu. Itu memang kewenangan Komdigi. Itu langsung Komdigi,” tutur Purwanti.
Meski grup utama telah dihapus, Purwanti menyebut masih ada sejumlah grup serupa yang beredar di media sosial.
Pihaknya akan melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap grup-grup tersebut.
“Kalau itu memang mengarah hal-hal yang tidak pantas tetap menjadi perhatian menjadi Kominfo. Kita identifikasi lagi,” jelas Purwanti.
Keberadaan grup tersebut dinilai mencerminkan besarnya komunitas gay di Solo.
Komisioner Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo, Tommy Pranoto, mengingatkan bahwa Lelaki Seks Lelaki (LSL) termasuk dalam kelompok berisiko tinggi dalam penularan HIV/AIDS.
“Komunitas populasi kunci yang rentan tertular dan menularkan ada 5: LSL (Lelaki Seks Lelaki), PSP (Pekerja Seks Perempuan), Transgender, pemakai narkoba suntik, High Risk Man atau pelanggan,” ungkap Tommy saat ditemui di kantornya, Senin (22/8/2025) lalu.
Tommy menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap komunitas tersebut secara intensif.
Termasuk bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk upaya penanggulangan.
“Selama ini kita juga ikut memantau. LSM yang mendampingi juga ada. Itu memang agak sulit diketahui,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa berbeda dengan transgender yang lebih mudah dikenali, individu dengan orientasi LSL sulit diidentifikasi karena secara kasat mata tampak seperti lelaki pada umumnya.
Baca juga: Geger Kemunculan Grup Facebook Komunitas Gay di Solo, KPA Ingatkan Risiko Penularan HIV/AIDS
Warga Solo digegerkan dengan temuan grup Facebook bernama "Gay Surakarta dan Sekitarnya" yang dikabarkan memiliki 13 ribu anggota.
Informasi ini pertama kali viral setelah akun Instagram @visit.surakarta memposting tangkapan layar grup tersebut pada pertengahan September 2025.
Grup itu awalnya ditemukan secara tidak sengaja saat akun tersebut mencari grup jual-beli di Facebook.
Namun, justru muncul grup dengan nama yang mengejutkan warga.
(*)
Grup Facebook
Gay
Gay Surakarta dan Sekitarnya
Kota Solo
Multiangle
Meaningful
Komisi Penanggulangan AIDS
HIV/AIDS
Kemkomdigi
Diskominfo Solo
Take Down
| Ada 15 Remaja Pengidap HIV/AIDS di Solo, KPA Pastikan Telah Mendapat Terapi ARV |
|
|---|
| Grup Gay Solo Bakal Diseret ke Ranah Hukum, Polisi Kini Selidiki |
|
|---|
| Buntut Ramai Grup Gay Diduga Mengarah ke Prostitusi di Solo, Satpol PP Razia Kos-Kosan Tak Berizin |
|
|---|
| Waduh, Sejumlah Kos Tak Berizin Disinyalir Jadi Lokasi Bisnis Prostitusi Gay di Solo |
|
|---|
| Belasan Pelajar Solo Kena HIV, Dinas Putar Otak Cari Opsi Belajar Aman : Agar Hak Sekolah Terpenuhi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Grup-Facebook-Gay-Surakarta-dan-Sekitarnya-tiba-tiba-hilang-pada-Selasa-2392025.jpg)