Makan Bergizi Gratis di Solo

Temuan Ulat di Sayur MBG Solo, Koordinator SPPG : Begini Risiko Tanpa Pestisida

Koordinator SPPG Kota Solo mengakui tantangan dalam menjaga kualitas sayuran yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Anang Maruf
MAKAN BERGIZI GRATIS - Ilustrasi menu program makan bergizi gratis, beberapa waktu lalu. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Solo, mengakui tantangan dalam menjaga kualitas sayuran yang disajikan dalam program MBG. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Solo, Priyo Widyastoko, mengakui tantangan dalam menjaga kualitas sayuran yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menyebut, cukup sulit menghindarkan sayuran dari ulat, terutama karena larangan penggunaan pestisida.

Pernyataan ini muncul menyusul temuan ulat pada sayuran yang dikonsumsi siswa SMA Negeri 6 Surakarta.

“Kayak permasalahan di kita kan di bahan baku kan kayak sayur-sayuran kan memang enggak boleh pakai bahan kimia kayak seperti pestisida. Mungkin ya terkendalanya kalau tanpa bahan kimia kan pestisida itu kan kita enggak bisa menghindari ulat, serangga itu pasti ada. Satu dua lah dalam satu bulan pasti ada kayak gitu,” ungkap Priyo.

DAPUR MBG - Ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, belum lama ini. Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Solo, Priyo Widyastoko, mengakui tantangan dalam menjaga kualitas sayuran yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
DAPUR MBG - Ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, belum lama ini. Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Solo, Priyo Widyastoko, mengakui tantangan dalam menjaga kualitas sayuran yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Istimewa)

Ia menegaskan, penggunaan pestisida memang efektif untuk mencegah ulat, namun tidak diperbolehkan dalam pengolahan bahan MBG.

“Kecuali kalau kita diperbolehkan pestisida, enggak ada ulat bisa. Tapi kalau kita kan enggak boleh pakai pestisida kan, bahan-bahan kimia ya yang untuk tanaman gitu, sayur-sayuran,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah siswa SMA N 6 Surakarta menemukan ulat dalam menu MBG yang disajikan di sekolah.

Pihak sekolah membenarkan bahwa ulat tersebut ditemukan pada menu sayur.

Kepala SMA N 6 Surakarta, Munarso, membenarkan kejadian tersebut, meski jumlahnya sangat sedikit.

“Hanya 1-2 saja. Bagi kami masih dalam kewajaran. Seperti brokoli itu kan sering itu,” ungkap Munarso saat dihubungi, Jumat (19/9/2025).

Meski demikian, pihak sekolah telah menyampaikan saran kepada tim pengolah MBG agar lebih memperhatikan aspek kebersihan.

“Kami menyarankan kepada tim pengolah untuk lebih menjaga higienis. Supaya ke depannya lebih baik,” terangnya.

Munarso menyebut setelah kejadian itu, satu kotak makan MBG langsung diganti dengan kotak makan lain.

Baca juga: Menu MBG SPPG Solo Dikeluhkan Penerima Manfaat, Pengelola Akui Ada Masalah Bahan Baku

Sementara, pelaksanaan program MBG menuai sorotan besar.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved