Limbah Dapur MBG Cemari Saluran Air

DLH Turun Tangan, Air Diduga Tercemar Limbah Dapur SPPG Banyuanyar 3 Solo Diambil Sampelnya

Langkah itu dilakukan setelah warga RT 1 RW 6 Banyuanyar mengeluhkan bau tidak sedap selama sebulan terakhir akibat saluran air yang tercemar.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
SALURAN AIR TERCEMAR - Saluran air warga yang diduga terkena limbah dari SPPG Banyuanyar 3, di Solo, Senin (20/10/2025). Salah satu pengurus RT 1 RW 6 Banyuanyar, Sumarman mengungkapkan sejumlah warga telah merasakan bau tidak sedap selama sekitar sebulan terakhir. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keluhan warga Banyuanyar yang resah dengan bau menyengat dari saluran air di sekitar SPPG Banyuanyar 3 kini ditindaklanjuti. 

Kabid Tata Kelola Lingkungan DLH Kota Solo, Reni Andri Lestari, memastikan pihaknya telah mengambil sampel air yang diduga tercemar limbah dari dapur MBG di SPPG Banyuanyar 3 untuk diuji di laboratorium.

“Ini tadi kami baru lab ke sana, mas. Terus ini kita juga akan melaporkan hasil dari lab tadi nanti kita sampaikan ke Wali Kota melalui kota dinas. Ini baru dalam proses pembuatan kota dinas ke wali kota. Kami masih dalam proses penyusunannya,” jelas Reni, Senin (20/10/2025).

SALURAN AIR TERCEMAR - Saluran air warga yang diduga terkena limbah dari SPPG Banyuanyar 3, di Solo, Senin (20/10/2025). Salah satu pengurus RT 1 RW 6 Banyuanyar, Sumarman mengungkapkan sejumlah warga telah merasakan bau tidak sedap selama sekitar sebulan terakhir.
SALURAN AIR TERCEMAR - Saluran air warga yang diduga terkena limbah dari SPPG Banyuanyar 3, di Solo, Senin (20/10/2025). Salah satu pengurus RT 1 RW 6 Banyuanyar, Sumarman mengungkapkan sejumlah warga telah merasakan bau tidak sedap selama sekitar sebulan terakhir. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Langkah itu dilakukan setelah warga RT 1 RW 6 Banyuanyar mengeluhkan bau tidak sedap selama sebulan terakhir akibat saluran air yang tercemar.

Setidaknya, 10 hingga 20 rumah terdampak langsung.

"Di situ meluap, meluapnya ke saluran warga. Akhirnya selama sebulan ini bau, baunya sangat menyengat sekali," ujar Sumarman, salah satu pengurus RT 1 RW 6.

Baca juga: Warga Tuntut Dapur MBG di Banyuanyar Solo Hentikan Operasional Sementara Sampai IPAL Selesai Dibuat

Warga bahkan mengaku telah mendatangi SPPG sebanyak tiga sampai empat kali dalam seminggu untuk menyampaikan protes secara langsung.

“Kemarin itu secara lisan terus menerus. Jadi seminggu 3 kali 4 kali kita datangi karena kan terus mencemari. Kita datangi sama Pak RT dan lain sebagainya,” tutur Sumarman.

Menanggapi itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar 3, Uswah Khasanah, menegaskan pihaknya sudah mengambil langkah perbaikan.

“Ini dapur Banyuanyar 3 sudah membangun IPAL. Sudah lama itu. Kita sudah memastikan, kita kasih solusi juga. Kita tambahkan IPAL. DLH juga sudah ke dapur,” katanya.

Baca juga: Diprotes Cemari Saluran Air, Dapur MBG di Banyuanyar Solo Sampai Didatangi Warga 4 Kali Seminggu

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan pihaknya akan menindaklanjuti hasil uji laboratorium sebelum menerbitkan Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

“Kalau benar limbah aduan dari ULAS kita cek memang benar, kita surati ke BGN untuk segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dengan uji laboratorium yang kini tengah berjalan, warga Banyuanyar berharap masalah limbah ini segera terselesaikan dan bau tak sedap tak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved