Pelecehan Mahasiswi UNS saat Main Game

Viral! Mahasiswi UNS Solo Diduga Jadi Korban Pelecehan Saat Main Game Truth or Dare di Kos

Kejadian bermula saat korban berada di kos salah satu teman kuliahnya untuk mengerjakan tugas bersama dua orang lainnya. 

TribunSolo.com/Andreas Chris
PELECEHAN MAHASISWI UNS - Ilustrasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (29/10/2025). Beredar kabar di media sosial terkait dugaan kekerasan seksual atau pelecehan yang dilakukan oleh mahasiswa UNS kepada rekannya sendiri. 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan pelecehan terhadap mahasiswi UNS viral setelah diunggah akun Instagram, bermula dari permainan Truth or Dare di sebuah kos.
  • Tantangan disebut berubah menjadi tindakan bernuansa seksual hingga korban dipaksa membuka pakaian dan mencoba melawan.
  • UNS menyatakan kasus telah dilaporkan ke Satgas PPKS dan masih dalam proses pemeriksaan pihak terkait.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo kembali diterpa kabar miring.

Terkini, beredar kabar viral di media sosial terkait dugaan kekerasan seksual atau pelecehan yang dilakukan oleh mahasiswa kepada rekannya sendiri.

Kabar dugaan pelecehan seksual kepada seorang mahasiswi UNS oleh rekan-rekannya tersebut juga sempat diunggah di media sosial Instagram @kentingansantuy pada Selasa (2/12/2025) kemarin.

Baca juga: Selain Rekan Kerja, Keluarga Jadi Kunci Misteri Kasus Perempuan Loncat dari Neo Solo Grand Mall

Dalam unggahan tersebut, pengunggah menyertakan kronologi kejadian dugaan pelecehan tersebut.

Melalui keterangan tersebut, kejadian bermula saat korban berada di kos salah satu teman kuliahnya untuk mengerjakan tugas bersama dua orang lainnya. 

"Pada malam hari yang sama, anak-anak dari acara voli teknik kimia yang baru selesai bertanding malam itu datang ke kos tersebut yang merupakan tempat yang sama dimana korban dan teman- temannya sedang kumpul," tulis akun tersebut seperti dikutip pada Rabu (3/12/2025). 

"Dikarenakan sudah terlalu ramai dan sudah tidak nyaman untuk mengerjakan skripsi, mereka memutuskan bermain game agar suasana tidak terlalu membosankan. Hal ini juga dilakukan tanpa alkohol maupun obat2-an terlarang. Game yang dipilih adalah Truth or Dare (ToD), yang pada ya adalah permainan biasa. Namun tanpa alasan yang jelas, dan tanpa diketahui korban sebelumnya, arah ainan ToD malah berubah menjadi "dare" yang bernuansa seksual dan mesum," lanjut dalam tulisan keterangan unggahan. 

Kejadian pelecehan pun terjadi saat korban yang merupakan satu-satunya perempuan bermain game tantangan dimana yang kalah harus membuka pakaian.

"Karena game undercover ini dimainkan secara tim, korban yg merupakan perempuan sendiri diantara para pelaku, sering dijatuhkan dan dibuat selalu kalah. Setiap kali kalah, "dare" yang diberikan selalu semakin tidak pantas dan semakin mengarah ke pelecehan. Sampai akhirnya korban dipaksa untuk membuka baju oleh para pelaku yang secara sadar tanpa pengaruh alkohol maupun obat2 terlarang," tulis keterangan lanjutan.

Baca juga: Cerita Terdakwa Pelecehan Seksual di Sukoharjo Jadi Kepala Sekolah, Dikenal Sosok yang Lemah Lembut

Insiden dugaan pelecehan pun terjadi saat korban kalah dalam permainan tersebut dan dipaksa oleh beberapa teman laki-lakinya untuk membuka pakaian.

Lantaran menolak hal itu, korban sampai sempat berteriak hingga merontak saat tangan, kaki dan mulutnya dipegang oleh teman-temannya.

"Tangan dan kaki korban dipegang erat, mulut korban ditutup, dan mereka memaksa korban mengikuti "dare" tersebut sambil terus berusaha membuka. Yang lebih menyakitkan, mereka bahkan melontarkan beberapa kata verbal yang menyinggung dengan dalih "bercanda" dan "sportivitas" permainan untuk mengikuti hukuman. Dengan seluruh tenaga yang dipunyai, korban berusaha melawan dengan teriak meskipun mulutnya di tutup, dengan berusaha menjambak, menggigit, mencakar, dan berontak untuk melepaskan diri dari para pelaku," jelas keterangan unggahan.

Menanggapi hal tersebut, pihak UNS menjelaskan bahwa kejadian dugaan pelecehan telah dilaporkan ke pihak Satgas Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved