Sejarah di Kota Solo
Kenapa Timlo Bisa jadi Kuliner Khas Solo? Begini Awal Mulanya
Hidangan ini berupa sup ayam berkuah bening dengan isian beragam, seperti sosis Solo, telur pindang, ati ampela, serta suwiran ayam.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Keunikan timlo terletak pada sosis khas Solo yang berbeda dari sosis pada umumnya.
Bentuknya menyerupai martabak kecil, terbuat dari kulit campuran telur dan tepung dengan isian suwiran daging ayam.
Selain itu, telur pindang dalam timlo memiliki ciri khas warna hitam pada permukaannya karena direbus bersama kecap.
Timlo biasanya disantap bersama nasi, baik dipisah maupun dicampur langsung ke dalam kuah, mirip dengan cara menikmati soto atau bakso.
Baca juga: Kenapa Tugu Lilin jadi Lambang Kota Solo dan Persis Solo? Ini Sejarahnya
Bertahan hingga Kini
Meski sempat menghadapi persaingan ketat dengan masuknya berbagai kuliner baru pada masa Orde Baru, timlo tetap bertahan dan lestari hingga sekarang.
Hingga kini, timlo masih mudah dijumpai di sekitar Pasar Gede dan berbagai sudut Kota Solo.
Sebagai kuliner hasil percampuran budaya, timlo tidak hanya menjadi hidangan pengisi perut, tetapi juga simbol sejarah panjang akulturasi Tionghoa-Jawa yang hidup dan terus dirawat oleh masyarakat Solo.
5 Rekomendasi Timlo Enak di Solo
1. Timlo Sastro, Legenda Sejak 1952
Timlo Sastro dikenal sebagai salah satu pelopor timlo di Solo.
Berdiri sejak 1952, tempat makan ini memiliki dua cabang, yakni di Jalan Abdul Muis, Kepatihan Kulon, dan Jalan Dr. Wahidin, Purwosari.
Menu timlonya berisi telur, sosis Solo, rempela ati, serta kuah bening gurih.
Harga menu cukup terjangkau, mulai Rp 5.000 hingga Rp 25.000.
abang pertama buka pukul 06.00–15.00 WIB, sedangkan cabang kedua melayani hingga pukul 21.00 WIB.
2. RM Timlo Solo dengan Menu Lengkap
RM Timlo Solo menawarkan berbagai pilihan timlo, seperti timlo ayam biasa hingga timlo komplit, dengan harga mulai Rp 17.000.
| Perbedaan Gudeg Solo dan Jogja, Menu Sarapan Favorit yang Punya Sejarah Panjang |
|
|---|
| Sejarah Stadion Manahan Solo yang Dikritik Andre Rosiade Mirip Sawah, DIbangun di Era Soeharto |
|
|---|
| Asal-usul Panggung Songgo Buwono Keraton Solo, Kondisinya Pasca-revitalisasi Disorot Kubu Purboyo |
|
|---|
| Mengenal Honggowongso, Sosok Jenius Perancang Bangunan dan Infrastruktur Keraton Solo |
|
|---|
| Fakta Batik Solo: Warisan Keraton yang Mendunia, Tiap Motifnya Punya Filosofi Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Timlo-Sastro.jpg)