TPA Putri Cempo Solo

TPA Putri Cempo Overload, Pemkot Solo Lempar Ide Ajak Masyarakat Pilah Sampah di Tingkat RT-RW

Pemkot Solo akan fokus pemilahan sampah hulu untuk kurangi 380 ton per hari di TPA Putri Cempo.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
PUTRI CEMPO - Lokasi TPA Putri Cempo Solo, belum lama ini. Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) saat ini masih gagal memenuhi target. Akibatnya, sampah semakin menumpuk sehingga membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) overload. 

Ringkasan Berita:
  • TPA Putri Cempo Solo kewalahan, sampah mencapai 380 ton/hari; pengolahan PSEL baru 130 ton/hari
  • Pemilahan sampah di tingkat hulu digalakkan agar beban TPA berkurang sebelum pertimbangkan incinerator
  • Incinerator 1000 ton jadi opsi jangka panjang, tapi perlu ratakan tumpukan sampah lama dan kelola emisi

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang mencapai 380 ton sampah per hari menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Untuk mengurangi tekanan ini, pihak kota akan memperkuat pemilahan sampah di tingkat hulu sebelum mempertimbangkan solusi lain seperti penambahan incinerator.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah evaluasi fasilitas plasma gasifikasi yang sudah berjalan di TPA Putri Cempo.

“Kita sedang evaluasi bersama dengan pihak pembangkit. Kita akan evaluasi dulu yang sudah ada (terkait incinerator),” ujar Respati saat ditemui di TPA Putri Cempo, Senin (23/2/2026).

Strategi Pemilahan Sampah di Tingkat Hulu

Respati menekankan bahwa pengelolaan sampah efektif harus dilakukan dari hulu hingga hilir.

Di hilir, pengelolaan menjadi tanggung jawab UPTD Pengelolaan Sampah DLH, sementara di hulunya, seluruh lapisan masyarakat ikut berperan.

“Kami mengajak masyarakat pemilahan sampah di tingkat RT RW. Kami akan bertindak cepat mengajak masyarakat bersama-sama untuk mengurangi sampah masuk di TPA,” jelasnya.

GAGAL PENUHI TARGET - Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, Senin (23/2/2026). PSEL Putri Cempo saat ini masih gagal memenuhi target untuk mengolah 550 ton per hari. Akibatnya sampah semakin menumpuk sehingga membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) overload.
GAGAL PENUHI TARGET - Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, Senin (23/2/2026). PSEL Putri Cempo saat ini masih gagal memenuhi target untuk mengolah 550 ton per hari. Akibatnya sampah semakin menumpuk sehingga membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) overload. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Meski belum dapat memastikan target pengurangan sampah, langkah ini diharapkan dapat menurunkan beban harian TPA secara signifikan.

Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Masih Belum Optimal

Sebelumnya, Prof. Prabang Setyono, Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo, menyatakan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik saat ini belum memenuhi target.

Dari kapasitas 550 ton per hari, baru sekitar 130 ton yang dapat diproses. Hal ini menyebabkan tumpukan sampah di TPA semakin bertambah.

“Menurut saya itu kan memang sudah overload lahannya ya memang yang segitu gitu kan ya. Sementara sama enggak bisa distop. Tiap hari kan enggak bisa stop 370-380 ton itu yang pasti itu saja. Tapi kalau untuk ekstensifikasi perluasan sudah enggak bisa,” jelasnya.

Baca juga: Belum Bisa Penuhi Target Olah Sampah 550 Ton Sehari, PSEL Putri Cempo Solo Akan Tambah Incinerator?

Incinerator Jadi Opsi, Tapi Butuh Infrastruktur

Prof. Prabang menambahkan, pembangunan incinerator kapasitas 1000 ton yang didanai oleh BPI Danantara masih menghadapi tantangan teknis, yakni meratakan tumpukan sampah yang sudah menumpuk selama 34 tahun.

“Belum. Incinerator kita jelas extend ya extend lahan ya lahannya harus tambah lagi itu kan lahannya sudah nggak ada lahan itu. Itu saja dapat lahan itu kan dari blok A blok B blok C blok B jadi istilahnya menghilangkan satu blok di-flat baru dibangun gitu kan infrastruktur itu kan,” paparnya.

Baca juga: Pembangkit Listrik Gagal Penuhi Target, TPA Putri Cempo Solo Overload

Meski demikian, incinerator tetap menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tumpukan sampah, dengan catatan emisi pembakaran harus dikelola agar tidak mencemari lingkungan.

“Kelihatannya mau di-combine gasifikasi ketika memang nilai optimasinya memang masih belum signifikan. Kalau incinerator apa pun dibakar ya namanya pakai bahan bakarnya mesti kebakar tuh ya. Hanya disempurnakan emisinya. Bagaimana kita tidak mencemari itu aja sebenarnya,” imbuhnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved