TPA Putri Cempo Solo
Pembangkit Listrik Gagal Penuhi Target, TPA Putri Cempo Solo Overload
Timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin meningkat dan kondisi lahan disebut sudah overload.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- PSEL Putri Cempo baru mengolah sekitar 130 ton dari target 545 ton per hari, sementara produksi sampah Solo mencapai 370–380 ton sehingga TPA overload dan tak bisa diperluas
- Produksi listrik belum optimal karena gasifier sering jeda, padahal ditargetkan mampu menghasilkan hingga 5 megawatt
- Kendala utama ada pada pengeringan dan pasokan RDF, terutama saat hujan, sehingga sampah menumpuk dan truk mengantre di TPA
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo, Prof. Prabang Setyono, mengungkapkan bahwa kinerja PSEL hingga kini belum mampu memenuhi target pengolahan sampah.
Akibatnya, timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin meningkat dan kondisi lahan disebut sudah overload.
Kapasitas Pengolahan Jauh dari Target
Prof. Prabang menjelaskan, kapasitas lahan TPA Putri Cempo sudah tidak memungkinkan untuk diperluas, sementara pasokan sampah harian tidak bisa dihentikan.
“Menurut saya itu kan memang sudah overload lahannya ya memang yang segitu gitu kan ya. Sementara sampah enggak bisa distop. Tiap hari kan enggak bisa stop 370-380 ton itu yang pasti itu saja. Tapi kalau untuk ekstensifikasi perluasan sudah enggak bisa,” jelasnya.
Secara kapasitas, PSEL Putri Cempo ditargetkan mampu memproses hingga 545 ton sampah per hari.
Namun, saat ini fasilitas tersebut baru mampu mengolah sekitar 130 ton per hari.
Padahal, produksi sampah di Kota Solo mencapai sekitar 380 ton setiap harinya.
Kondisi ini membuat sebagian besar sampah tidak tertangani oleh sistem PSEL dan tetap menumpuk di TPA.
Baca juga: Tak Tahan Bau Sampah Meluber, Sejumlah Warga Sekitar TPA Putri Cempo Solo Terpaksa Mengungsi
Produksi Listrik Belum Optimal
Selain belum optimal dalam pengolahan sampah, produksi listrik dari PSEL juga belum maksimal.
Prof. Prabang menilai kinerja instalasi gasifier sebagai komponen utama pembangkit belum stabil.
“Kalau saya mengatakan ya kinerjanya belum membaik lah bahasannya kan gitu karena memang gasifier-nya belum optimal ya.
Optimalnya kan bisa sampai 5 megawatt ya itu tapi kenyataan sering apa namanya jeda gitu, jeda itu artinya nanti berhenti,” terangnya.
Menurutnya, mesin gasifier seharusnya dapat menghasilkan listrik hingga 5 megawatt.
Namun dalam praktiknya, operasional kerap mengalami jeda atau berhenti, sehingga produksi listrik tidak konsisten.
Kendala Pengeringan dan Produksi RDF
| Viral Hujan Bikin Sampah TPA Putri Cempo Solo Meluap hingga Permukiman, Warga Ungkap Kronologinya |
|
|---|
| TPA Putri Cempo Overload, Pemkot Solo Lempar Ide Ajak Masyarakat Pilah Sampah di Tingkat RT-RW |
|
|---|
| Sudah Didatangkan Alat Berat, Warga Sekitar TPA Putri Cempo Solo Masih Rasakan Bau Menyengat |
|
|---|
| Cuaca Jadi Kendala, PSEL Putri Cempo Solo Belum Optimal Hasilkan Energi Listrik |
|
|---|
| Truk Sampah Antre di TPA Putri Cempo Solo, Respati Pastikan Tak Hambat Pengambilan di Rumah Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Lokasi-TPA-Putri-Cempo-Solo-belum-lama-ini.jpg)