TPA Putri Cempo Solo

Pembangkit Listrik Gagal Penuhi Target, TPA Putri Cempo Solo Overload

Timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin meningkat dan kondisi lahan disebut sudah overload.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
PUTRI CEMPO - Lokasi TPA Putri Cempo Solo, belum lama ini. Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) saat ini masih gagal memenuhi target. Akibatnya, sampah semakin menumpuk sehingga membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) overload. 

Ringkasan Berita:
  • PSEL Putri Cempo baru mengolah sekitar 130 ton dari target 545 ton per hari, sementara produksi sampah Solo mencapai 370–380 ton sehingga TPA overload dan tak bisa diperluas
  • Produksi listrik belum optimal karena gasifier sering jeda, padahal ditargetkan mampu menghasilkan hingga 5 megawatt
  • Kendala utama ada pada pengeringan dan pasokan RDF, terutama saat hujan, sehingga sampah menumpuk dan truk mengantre di TPA

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Tim Ahli Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Putri Cempo, Prof. Prabang Setyono, mengungkapkan bahwa kinerja PSEL hingga kini belum mampu memenuhi target pengolahan sampah.

Akibatnya, timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin meningkat dan kondisi lahan disebut sudah overload.

Kapasitas Pengolahan Jauh dari Target

Prof. Prabang menjelaskan, kapasitas lahan TPA Putri Cempo sudah tidak memungkinkan untuk diperluas, sementara pasokan sampah harian tidak bisa dihentikan.

“Menurut saya itu kan memang sudah overload lahannya ya memang yang segitu gitu kan ya. Sementara sampah enggak bisa distop. Tiap hari kan enggak bisa stop 370-380 ton itu yang pasti itu saja. Tapi kalau untuk ekstensifikasi perluasan sudah enggak bisa,” jelasnya.

SAMPAH - Suasana tempat penampungan TPA Putri Cempo pada Senin (9/2/2026). Warga mengeluhkan bau tak sedap.
SAMPAH - Suasana tempat penampungan TPA Putri Cempo pada Senin (9/2/2026). Warga mengeluhkan bau tak sedap. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Secara kapasitas, PSEL Putri Cempo ditargetkan mampu memproses hingga 545 ton sampah per hari.

Namun, saat ini fasilitas tersebut baru mampu mengolah sekitar 130 ton per hari.

Padahal, produksi sampah di Kota Solo mencapai sekitar 380 ton setiap harinya.

Kondisi ini membuat sebagian besar sampah tidak tertangani oleh sistem PSEL dan tetap menumpuk di TPA.

Baca juga: Tak Tahan Bau Sampah Meluber, Sejumlah Warga Sekitar TPA Putri Cempo Solo Terpaksa Mengungsi

Produksi Listrik Belum Optimal

Selain belum optimal dalam pengolahan sampah, produksi listrik dari PSEL juga belum maksimal.

Prof. Prabang menilai kinerja instalasi gasifier sebagai komponen utama pembangkit belum stabil.

“Kalau saya mengatakan ya kinerjanya belum membaik lah bahasannya kan gitu karena memang gasifier-nya belum optimal ya.

Optimalnya kan bisa sampai 5 megawatt ya itu tapi kenyataan sering apa namanya jeda gitu, jeda itu artinya nanti berhenti,” terangnya.

Menurutnya, mesin gasifier seharusnya dapat menghasilkan listrik hingga 5 megawatt.

Namun dalam praktiknya, operasional kerap mengalami jeda atau berhenti, sehingga produksi listrik tidak konsisten.

Kendala Pengeringan dan Produksi RDF

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved