Perang Iran vs Israel AS

Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Jemaah Umroh dari Solo Belum Bisa Pulang, Sudah Tertahan 3 Hari

Perang AS - Israel vs Iran berdampak pada bisnis umroh di Solo. Ada jemaah yang jadwal pulangnya menjadi terganggu.

TribunSolo.com / Dok Kantor Imigrasi Surakarta
TAK BISA PULANG - Rombongan kloter haji saat tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali setelah menunaikan ibadah haji. Bisnis umroh di Solo terdampak perang AS-Israel vs Iran. Ada jemaah umroh dari Solo yang sudah tertahan 3 hari dan tak bisa pulang. 

Ringkasan Berita:
  • Konflik Iran dengan AS dan Israel berdampak pada jemaah umrah asal Solo. Sejumlah jadwal keberangkatan dibatalkan.
  • Ketua HIMPUH Solo, Her Suprabu, menyebut sedikitnya tiga grup terhambat. Maskapai rute transit membatalkan penerbangan, sedangkan penerbangan direct seperti Garuda masih berjalan lancar.
  • Tingkat pembatalan jemaah di bawah 5 persen. Travel harus melakukan re-route dengan potensi selisih biaya tiket, namun tetap memprioritaskan keselamatan dan keberangkatan jemaah.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perang yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berimbas kepada jemaah umrah asal Indonesia.

Salah satunya yang berangkat dari Kota Solo, misalnya, ada beberapa jadwal keberangkatan yang dibatalkan.

Selain itu, akibat perang tersebut, sejumlah kelompok jemaah umrah yang akan kembali ke Solo juga mengalami kendala karena penerbangan ditunda selama beberapa hari terakhir.

Atas kejadian tersebut, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Kota Solo, Her Suprabu, mengatakan bahwa kini pihaknya tengah mengupayakan agar perjalanan ibadah umrah untuk jemaah yang telah terjadwal tetap bisa diselesaikan.

Pimpinan PT Dewangga Lil Hajj Wal Umroh tersebut mengatakan bahwa di bironya saja terdapat beberapa kendala keberangkatan dan kepulangan jemaah akibat pecahnya perang Iran.

Ketua Bappilu PDIP Kota Solo Her Suprabu, saat ditemui, Jumat (3/5/2024)
TERDAMPAK. Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Kota Solo, Her Suprabu saat ditemui, Jumat (3/5/2024). Dia mengakui bisnis umroh terdampak perang Iran vs AS-Israel. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

"Ini memang situasi yang tidak bisa diprediksi, terjadi eskalasi mendadak di Timur Tengah dan berdampak langsung pada bisnis umrah karena banyak sekali penerbangan yang ter-cancel, baik yang berangkat maupun yang pulang," ungkap Her Suprabu saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Senin (2/3/2026).

"Ini yang berangkat kan masih di Indonesia, yang pulang ini kan mereka (jemaah) menunggu, sudah ada tiga hari ini yang belum pulang juga ada," lanjutnya.

Di bawah bironya sendiri, Her Suprabu menyebut setidaknya ada tiga grup umrah yang terkonfirmasi masih terhambat penerbangannya untuk kembali ke Tanah Air.

"Ada, kalau di tempat kami sudah tiga hari ada satu grup dan hari ini ada dua grup lagi yang belum bisa pulang karena pesawatnya pakai EQ dengan standar keamanan tinggi, jadi membatalkan semua," urai Her Suprabu.

Namun demikian, kondisi pembatalan penerbangan untuk jemaah umrah tersebut dikatakan oleh Her Suprabu hanya terjadi pada pesawat-pesawat dengan rute transit atau non-direct.

Sementara untuk jemaah umrah yang menggunakan pesawat direct seperti Garuda Indonesia, disebut Her Suprabu tidak terkendala.

"Tapi untuk pesawat yang direct seperti Garuda, alhamdulillah keberangkatan dan kepulangan masih lancar. Seperti hari ini kami masih ada keberangkatan, kemarin juga ada kepulangan masih lancar. Tapi kalau pesawat-pesawat yang transit, terutama di Doha (Qatar) dan Emirat, memang tidak bisa diberangkatkan maupun dipulangkan jemaahnya," imbuhnya.

Tak Berpengaruh Banyak para Penurunan Jemaah

Disinggung terkait pandangan pebisnis travel haji dan umrah dengan kondisi perang Iran, menurut Her Suprabu tidak berpengaruh banyak pada penurunan jemaah.

Namun demikian, Her Suprabu tidak memungkiri adanya pembatalan dari jemaah yang akan berangkat menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved