Macan Tutul di Karanganyar
Macan Tutul Turun ke Permukiman di Karanganyar, Peneliti BRIN Duga Habitat Terancam
Macan tutul turun ke permukiman Tawangmangu, pakar BRIN sebut habitat hancur jadi faktor utama.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Macan tutul turun ke permukiman Tawangmangu karena hilangnya habitat alami dan fragmentasi hutan
- Predator ini tampak lemah dan tidak agresif, kemungkinan sakit atau kalah bersaing dalam perebutan teritori
- Penanganan satwa liar harus hati-hati, agar evakuasi tidak menimbulkan stress atau cedera pada macan tutul
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Fenomena macan tutul turun ke pemukiman warga di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, beberapa waktu lalu, menuai perhatian pakar satwa.
Prof. Hendra Gunawan, Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati di Pusat Riset Ekologi, BRIN, menilai ada hal yang tidak lazim dalam perilaku predator ini.
Hendra menjelaskan, salah satu faktor utama macan tutul muncul di lingkungan manusia adalah hilangnya habitat alami.
Fragmentasi hutan yang disebabkan jalan raya, permukiman, hingga kebun tanaman semusim membuat macan sulit menemukan wilayah baru untuk berburu.
Faktor Macan Tutul Menyasar Permukiman
Menurut Hendra, apabila macan tutul yang terlihat di Tawangmangu berjenis kelamin jantan, ada kemungkinan ia kalah bersaing dengan pejantan lain dalam perebutan teritori.
Kondisi ini memaksa hewan predator mencari wilayah baru untuk bertahan hidup.
"Jika macan tutul tersebut jantan dewasa (dan lemah), diagnosis hipotetiknya dia kalah dalam perebutan teritori dengan jantan lain yang lebih kuat, dan akhirnya tersingkir harus mencari teritori baru sebagai areal mencari makan. Ketika luas hutan habitatnya sudah menyempit dan berjauhan dari habitat lain, macan tutul ini sulit mencari habitat baru," jelas Hendra saat dihubungi TribunSolo.com, Kamis (5/3/2026).
Hendra menambahkan, macan tutul dalam kondisi terisolasi kerap mengambil ternak di permukiman sebagai mangsa karena keterbatasan makanan di habitat aslinya.
Perilaku Tidak Biasa Macan Tutul di Tawangmangu
Perilaku macan tutul yang tidak agresif saat ditemukan menjadi sorotan Hendra.
Biasanya, macan jantan akan menyerang jika merasa terancam, namun macan di Tawangmangu tampak lemah atau sakit.
"Jika melihat rangkaian peristiwa, perilaku dalam seminggu terakhir mendekati permukiman dan memangsa ayam, tidak agresif atau memberikan perlawanan ketika akan ditangkap (ditembak bius), saya menduga individu macan ini dalam kondisi lemah yang mungkin karena sakit atau terluka," terang Hendra.
Baca juga: Seekor Macan Tutul di Karanganyar Sudah Dievakuasi, Kekhawatiran Warga Kaki Gunung Lawu Belum Hilang
Penanganan Evakuasi Satwa Predator Harus Hati-hati
Hendra menekankan bahwa penanganan macan tutul, yang sifatnya predator, teritorial, dan cenderung menghindari manusia, memerlukan prosedur khusus.
Penangkapan yang kasar atau terlalu lama bisa memicu stress berat hingga cedera serius pada satwa.
"Upaya penangkapan, evakuasi, atau translokasi menghadapi risiko cedera dan kematian pada macan tutul karena sifat satwa itu sendiri, seperti stress berat akibat proses penangkapan yang terlalu lama atau dikerumuni banyak orang," jelasnya.
| Hindari Stres, Macan Tutul yang Ditangkap di Tawangmangu Disarankan Ditempatkan di Kandang Luas |
|
|---|
| Macan Tutul Masuk Pemukiman Warga di Karanganyar Diduga Berusia Muda dan Tersesat saat Berburu |
|
|---|
| Analisis Soal Macan Tutul Dekati Permukiman Warga di Tawangmangu, Sumber Makanan-Habitat Terganggu |
|
|---|
| Pakar UGM Ingatkan Penanganan Macan Tutul di Tawangmangu Tak Boleh Sembarangan |
|
|---|
| Macan Tutul Masuk Pemukiman di Karanganyar, 2 Desa di Jenawi Was-was : Berbatasan Langsung Hutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-Macan-Tutul-di-Desa-Sepanjang-Kecamatan-Tawangmangu-8.jpg)