Macan Tutul di Karanganyar
Pakar UGM Ingatkan Penanganan Macan Tutul di Tawangmangu Tak Boleh Sembarangan
Pakar mengingatkan agar penanganan macan tutul yang diamankan dari Tawangmangu lebih hati-hati.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
"Dan memang selama di fasilitas perawatan ini harus meminimalkan perlakuan seperti pemeliharaan hewan karena sifatnya liar, ini harus tetap terjaga. Karena memang tujuan akhirnya dilepasliarkan," lanjutnya.
Baca juga: Momen Evakuasi Macan Tutul di Tawangmangu, Warga Tetap Menonton Meski Dilarang Mendekat
Sumber Makanan Berkurang
Sendi menduga bahwa penyebab macan tutul tersebut mendekati permukiman warga karena ada sejumlah faktor, seperti sumber makanan yang berkurang di habitat satwa tersebut.
"Jadi kalau kenapa turun gunung itu sebenarnya banyak kemungkinan. Pertama bisa saja mangsa alami di hutan itu berkurang, sehingga mereka mencari sumber makanan yang mudah seperti ayam di kandang warga," sebutnya.
Selain itu juga ada dugaan gangguan habitat asli macan tutul yang bisa menyebabkan hewan liar itu menyingkir dan mendekati permukiman warga.
"Ada juga kemungkinan gangguan habitat, bisa saja aktivitas manusia, kebakaran, ataupun suara-suara keras. Mereka terusik dan akhirnya mendekati pinggiran hutan dan mungkin overlap dengan permukiman," tambah Sendi.
Sendi juga menduga macan tutul yang ditemukan tersebut masih berusia muda.
Hewan tersebut tengah mencari teritorial untuk habitat hidupnya namun justru tersesat di dekat permukiman warga.
"Bisa juga individu-individu muda yang masih belajar berburu. Artinya mereka masih eksplorasi di tempat-tempat baru," kata dia.
Terkait beberapa hari macan tutul tersebut memangsa ayam ternak warga, menurut Sendi hal tersebut lumrah karena sifat dasar kucing besar tersebut merupakan predator.
Saat berada di dekat permukiman warga, macan tutul tersebut melihat banyak hewan ternak yang bisa dimangsa dengan mudah.
"Sebenarnya kalau makan ayam itu insting alami kucing besar di hutan juga seperti itu. Tapi mungkin ini menjadi strategi paling mudah bagi macan tutul tersebut karena mudah ditangkap, sementara mangsa liarnya mungkin lebih sulit atau lebih sedikit. Perilaku predator yang berulang ke satu sumber makanan itu normal. Dan itu justru sinyal kuat bahwa di sekitar situ ada potensi konflik manusia yang perlu diantisipasi ke depannya. Mungkin perlindungan kandang, penjagaan, mitigasi konflik, dan macam-macam," pungkasnya. (*)
| Hindari Stres, Macan Tutul yang Ditangkap di Tawangmangu Disarankan Ditempatkan di Kandang Luas |
|
|---|
| Macan Tutul Masuk Pemukiman Warga di Karanganyar Diduga Berusia Muda dan Tersesat saat Berburu |
|
|---|
| Analisis Soal Macan Tutul Dekati Permukiman Warga di Tawangmangu, Sumber Makanan-Habitat Terganggu |
|
|---|
| Macan Tutul Masuk Pemukiman di Karanganyar, 2 Desa di Jenawi Was-was : Berbatasan Langsung Hutan |
|
|---|
| Pakar Satwa Sebut Macan Tutul yang Ditangkap di Karanganyar Berpotensi Alami Stres Berat, Kenapa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Proses-evakuasi-Macan-Tutul-di-Desa-Sepanjang-2.jpg)