Macan Tutul di Karanganyar

Pakar UGM Ingatkan Penanganan Macan Tutul di Tawangmangu Tak Boleh Sembarangan

Pakar mengingatkan agar penanganan macan tutul yang diamankan dari Tawangmangu lebih hati-hati.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
EVAKUASI - Proses evakuasi Macan Tutul di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026). Temuan jejak kaki berbeda ukuran memunculkan dugaan adanya lebih dari satu ekor macan tutul yang turun ke kawasan tersebut. 

"Dan memang selama di fasilitas perawatan ini harus meminimalkan perlakuan seperti pemeliharaan hewan karena sifatnya liar, ini harus tetap terjaga. Karena memang tujuan akhirnya dilepasliarkan," lanjutnya.

Baca juga: Momen Evakuasi Macan Tutul di Tawangmangu, Warga Tetap Menonton Meski Dilarang Mendekat

Sumber Makanan Berkurang

Sendi menduga bahwa penyebab macan tutul tersebut mendekati permukiman warga karena ada sejumlah faktor, seperti sumber makanan yang berkurang di habitat satwa tersebut.

"Jadi kalau kenapa turun gunung itu sebenarnya banyak kemungkinan. Pertama bisa saja mangsa alami di hutan itu berkurang, sehingga mereka mencari sumber makanan yang mudah seperti ayam di kandang warga," sebutnya.

Selain itu juga ada dugaan gangguan habitat asli macan tutul yang bisa menyebabkan hewan liar itu menyingkir dan mendekati permukiman warga.

"Ada juga kemungkinan gangguan habitat, bisa saja aktivitas manusia, kebakaran, ataupun suara-suara keras. Mereka terusik dan akhirnya mendekati pinggiran hutan dan mungkin overlap dengan permukiman," tambah Sendi.

Sendi juga menduga macan tutul yang ditemukan tersebut masih berusia muda.

Hewan tersebut tengah mencari teritorial untuk habitat hidupnya namun justru tersesat di dekat permukiman warga.

"Bisa juga individu-individu muda yang masih belajar berburu. Artinya mereka masih eksplorasi di tempat-tempat baru," kata dia.

Terkait beberapa hari macan tutul tersebut memangsa ayam ternak warga, menurut Sendi hal tersebut lumrah karena sifat dasar kucing besar tersebut merupakan predator.

Saat berada di dekat permukiman warga, macan tutul tersebut melihat banyak hewan ternak yang bisa dimangsa dengan mudah.

"Sebenarnya kalau makan ayam itu insting alami kucing besar di hutan juga seperti itu. Tapi mungkin ini menjadi strategi paling mudah bagi macan tutul tersebut karena mudah ditangkap, sementara mangsa liarnya mungkin lebih sulit atau lebih sedikit. Perilaku predator yang berulang ke satu sumber makanan itu normal. Dan itu justru sinyal kuat bahwa di sekitar situ ada potensi konflik manusia yang perlu diantisipasi ke depannya. Mungkin perlindungan kandang, penjagaan, mitigasi konflik, dan macam-macam," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved