Lebaran 2026

Sesuai Pengamatan Observatorium Assalaam Sukoharjo, Idulfitri 2026 Ditetapkan 21 Maret

Hasil Sidang Isbat Pemerintah Indonesia sesuai pengamatan Observatorium Assalaam Sukoharjo. 

TribunSolo.com / Andreas Chris
PANTAUAN. Pantauan hilal yang dilakukan di Pusat Astronomi Pondok Pesantren Assalam Sukoharjo untuk menentukan 1 Ramadhan 1445 Hijriah, Minggu (10/3/2024). Idulfitri 1447 ditetapkan Sabtu (21/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada Sabtu (21/3/2026) melalui sidang isbat, sejalan dengan hasil pengamatan Observatorium Assalaam Sukoharjo.
  • Dari pemantauan Kamis (19/3/2026), hilal tidak tampak menjelang magrib, sesuai kriteria Neo-MABIMS 3-6-4 yang digunakan pemerintah.
  • Observatorium Assalaam menjadi salah satu dari 117 titik pengamatan nasional, meski diakui kondisi lokasi belum ideal karena ketinggian menyulitkan pengamatan objek langit.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Hasil sidang isbat yang digelar Pemerintah Indonesia menentukan Idulfitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026). 

Ini sesuai dengan pengamatan yang dilakukan Observatorium Assalaam Sukoharjo. 

Kepala Pusat Astronomi Assalam, AR Sugeng Riyadi mengatakan, dari pantauannya hilal tidak tampak pada Kamis (19/3/2026) menjelang magrib. 

“Mengacu pada kriteria Pemerintah RI yakni Neo-MABIMS 3-6-4 (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), maka awal Syawal 1447 H akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ungkapnya.

Observatorium Assalaam menjadi salah satu lokasi pengamatan di antara 117 titik di seluruh wilayah Indonesia.

Lokasi-lokasi inilah yang dipaparkan dalam sidang isbat.

“Hari ini ada 117 titik lokasi di wilayah Indonesia, salah satunya di Observatorium Assalaam. Kita mengadakan rukyatul hilal. Rukyat dilakukan saat matahari terbenam,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengakui observatorium ini masih belum ideal untuk melakukan pengamatan.

Ketinggian observatorium masih menyulitkan untuk mengamati objek luar angkasa.

“Secara astronomis, ketinggian hilal Assalaam hanya sekitar 3 derajat, dengan elongasi juga sekitar 4 derajat. Secara empiris masih sangat sulit, persentase keberhasilan di bawah 5 persen. Ufuk kita tidak 0 derajat seratus persen,” tuturnya.

TAK TAMPAK. Rukyatul hilal di Observatorium Assalam pada Kamis (19/3/2026). Hilal tak tampak.
TAK TAMPAK. Rukyatul hilal di Observatorium Assalam pada Kamis (19/3/2026). Hilal tak tampak. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Awan Dominan

Selain itu, pada musim penghujan, awan yang cukup dominan membuat pengamatan hilal sulit dilakukan.

“Yang kedua, cuaca musim penghujan, awan ada di ufuk barat,” jelasnya.

Muhammadiyah Umumkan Jumat Idulfitri

Seperti telah diketahui, sejumlah ormas seperti Muhammadiyah dan Persis telah mengumumkan Idulfitri pada Jumat (20/3/2026).

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved