Campak di Solo Raya
Ada 50-an Pasien di Solo Diduga Suspek Campak, Uji Laboratorium Sampai Dilakukan ke Jogja
50-an sampel suspek campak tersebut ditemukan dari berbagai fasilitas kesehatan seperti klinik mandiri hingga puskesmas dan rumah sakit.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Dinkes Solo menemukan sekitar 50 sampel suspek campak dari berbagai fasilitas kesehatan, namun belum ada kasus positif di 2026.
- Sampel tersebut masih diuji di laboratorium untuk memastikan apakah benar campak atau tidak.
- Wali Kota mengimbau warga melakukan vaksinasi, karena kasus campak diduga berkaitan dengan penolakan vaksin.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menemukan setidaknya 50-an pasien diduga mengalami ciri-ciri penyakit campak.
Atas temuan tersebut, kini Dinkes Kota Solo tengah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui jumlah pasti pengidap campak.
"Kalau suspek, kemarin kita mengirim ke Lab-nya Jogja itu dari semua faskes yang ada di Solo ya, dari semua faskes yang ada di Solo itu sekitar 50 sampel," kata Kepala Dinkes Kota Solo, Retno Erawati Wulandari saat dihubungi, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Campak Mulai Intai Solo Raya, Karanganyar Sudah Temukan 3 Kasus Hingga Awal April 2026
50-an sampel suspek campak tersebut diuraikan oleh Retno ditemukan dari berbagai fasilitas kesehatan seperti klinik mandiri hingga puskesmas dan rumah sakit.
"Bukan hanya puskesmas, ada klinik, rumah sakit, praktek dokter mandiri yang menemukan kriteria seperti campak. Diambil sampelnya terus kita kirim untuk pemeriksaan lab," jelas dia.
Hingga Kini Belum Ada Data Positif Campak
Meski demikian, Retno menjelaskan sampai saat ini memang belum ada data positif campak.
"Kalau data yang positif di 2026 ini kota Surakarta belum ada," ungkap Retno.
Namun demikian, Retno tak memungkiri adanya suspek campak di Kota Solo.
Baca juga: Muncul Kasus Campak, Dinkes Klaten Imbau Masyarakat Kurangi Pertemuan Bila Kondisi Kurang Sehat
Kini puluhan sampel suspek tersebut pun tengah diuji secara laboratorium.
"Kalau suspek tetep ada, dan kalau suspek itukan belum tentu dia positif, harus dipastikan dulu dengan pemeriksaan laborat. Nah nanti dari hasil pemeriksaan laborat-nya bagaimana, apakah positif atau tidak nah baru kita tahu yang positif berapa," urai Retno.
Setidaknya ada 50-an sampel yang kini tengah dalam proses uji laboratorium terkait dugaan suspek campak di kota Solo.
Kata Wali Kota Solo
Sementara itu Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan bahwa adanya temuan campak di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) diduga lantaran keengganan untuk melakukan vaksin.
Oleh karena itu, Respati pun menghimbau kepada warga Solo yang belum melakukan vaksin campak untuk segera vaksin.
"Kemarin dari update dinas kesehatan, ada yang terkena dampak campak itu karena tidak mau vaksin. Maka dari itu saya himbau kepada seluruh masyarakat jangan takut vaksin. Ini aman, untuk mencegah campak," pungkas Respati. (*)
| Dinkes Boyolali Imbau Warga Waspada Campak, 3 Kasus Tercatat hingga Maret 2026 |
|
|---|
| Sukoharjo Temukan 3 Kasus Campak, Kenapa Belum Tetapkan Status KLB? Ini Alasannya! |
|
|---|
| Cara Dinas Kesehatan Sukoharjo Cegah Penyebaran Campak, Lakukan Investigasi hingga Pelacakan Kontak |
|
|---|
| Daftar Langkah Pencegahan dari Dinkes Boyolali Hadapi Merebaknya Kasus Campak, Wajib Dilakukan! |
|
|---|
| Fakta 3 Kasus Campak di Sukoharjo : Satu Dewasa dan Dua Bayi, Semua Sembuh Tanpa Rawat Inap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/patung-slamet-riyadi-solo-1.jpg)