Kenaikan Dolar

Demo soal Rupiah Melemah & Putri Cempo, Mahasiswa UNS Minta DPRD Solo Buka Audiensi dan Cari Solusi

Koordinator aksi, Revaino Wijaya, mengatakan demonstrasi dilakukan sebagai bentuk penyampaian keresahan masyarakat.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
AKSI MAHASISWA - Sejumlah mahasiswa UNS menggelar aksi di depan Gedung DPRD Surakarta, Kamis (21/5/2026). Mereka menyoroti sejumlah isu, mulai dari melemahnya rupiah terhadap dolar hingga TPA Putri Cempo. 

 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa UNS menggelar aksi di DPRD Surakarta, Kamis (21/5/2026), menyoroti melemahnya rupiah hingga persoalan sampah TPA Putri Cempo.
  • Massa meminta DPRD membuka audiensi untuk membahas solusi konkret terkait isu ekonomi dan persoalan daerah.
  • Ketua DPRD Surakarta Budi Prasetyo memastikan pihaknya siap memfasilitasi audiensi dan terus mengawasi program pemerintah, termasuk penanganan Putri Cempo.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Surakarta, Kamis (21/5/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan nasional hingga daerah, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga persoalan sampah di TPA Putri Cempo.

Koordinator aksi, Revaino Wijaya, mengatakan demonstrasi dilakukan sebagai bentuk penyampaian keresahan masyarakat terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

Mahasiswa juga meminta DPRD Surakarta membuka ruang audiensi untuk membahas solusi konkret berbagai persoalan tersebut.

“Kami menuntut terkait rupiah anjlok dan reformasi APBN. Kami menuntut totalitarianisme. Karena hari ini pemerintah mengarah ke totalitarianisme entah itu pembungkaman media atau apa pun itu. Kami menuntut DPRD menyediakan audiensi dengan masyarakat Solo terkait isu regional,” jelasnya.

Baca juga: Rupiah Anjlok, REI Solo Raya Sebut Pengembang Pusing Lihat Harga Material Pipa Plastik yang Melonjak

Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Surakarta Budi Prasetyo menemui massa bersama jajaran pimpinan DPRD.

Ia mengakui kondisi ekonomi saat ini memang belum sesuai harapan masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Situasi kondisi saat ini pusat sampai daerah terutama masalah perekonomian tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Walaupun itu kewenangan pemerintah pusat MBG KDMP program dari pemerintah pusat kami di DPRD tidak dilibatkan. Tapi kalau ada suara dari masyarakat yang terkait dengan kualitas MBG kita tetap melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Budi menegaskan DPRD tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai program pemerintah, termasuk penanganan sampah di TPA Putri Cempo.

Baca juga: Warga Tuntut Semua Outlet Miras di Solo Ditutup, Respati Tak Sependapat : Izinkan dengan Pembatasan

Bahkan, Komisi III DPRD disebut telah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi tersebut.

“Contoh kasus Pak Wali Kota sudah menyampaikan SPPG dinonaktifkan dan sebagainya. Kalau kaitannya dengan isu perkotaan salah satu contoh masalah persampahan selama ini kami sudah menjalankan fungsi kami. Komisi III sudah melakukan sidak di Putri Cempo,” jelasnya.

Terkait tuntutan audiensi, DPRD Surakarta memastikan siap memfasilitasi pertemuan bersama mahasiswa dan sejumlah pemangku kepentingan guna membahas solusi dari berbagai persoalan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

“Insyaallah kita mencari waktu yang agak longgar dan akan kita undang elemen mahasiswa yang menyampaikan aspirasi kepada kami. Terkait stakeholder akan kita hadirkan dinas terkait dan pelaku di sana,” tuturnya.

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved