Perang Iran vs Israel AS
Okupansi Hotel di Solo Menurun, Pasar Pemerintah hingga Keluarga Ikut Sepi
Dampak perang masih dirasakan dunia perhoten sampai saat ini. Seperti di Solo, okupansi hotel belum terdongkrak penuh di momen libur ini.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Humas BPC PHRI Solo Wening Damayanti menyebut dampak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel masih terasa di sektor perhotelan. Kondisi geopolitik membuat masyarakat menahan pengeluaran sehingga pasar hotel ikut melemah.
- Penurunan terjadi di berbagai segmen, mulai dari pasar pemerintah, korporasi, keluarga, hingga restoran dan F&B hotel.
- PHRI Solo menyebut okupansi hotel saat libur panjang kini sulit diprediksi.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLP.COM, SOLO - Dampak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel disebut masih terasa di dunia perhotelan hingga saat ini.
Hal ini disampaikan Humas BPC PHRI Solo, Wening Damayanti.
Wening mengatakan, situasi ekonomi sejak perang dinilai tidak begitu menguntungkan bagi bisnis hospitality.
Tak hanya pasar pemerintah, korporasi, hingga keluarga pun ikut turun.
“Saya rasa efek dari geopolitik ini memang sangat terasa sampai hari ini. Kami di industri hospitality merasakan dampaknya sangat besar. Jadi bukan hanya pasar government saja yang turun, pasar corporate dan family juga ikut menurun karena mungkin masyarakat menahan pengeluaran,” terang Wening, Minggu (31/5/2026).
Tak hanya pasar wisata, pasar lokal pun ikut terkena imbas.
Sejumlah restoran mengalami penurunan pengunjung cukup signifikan.
“Kemudian kalau kami coba tarik datanya ke beberapa hotel lain, rekan-rekan dari PHRI, ternyata dari sisi F&B atau food and beverage juga turun. Jadi bukan hanya pasar dari luar kota yang menginap di kamar yang turun, tetapi pasar lokal juga ikut turun,” jelasnya.
Pola okupansi yang tidak menentu ini juga terjadi saat Hari Raya Idul Fitri lalu.
Banyak wisatawan disebut lebih memilih menahan uang dan meminimalkan pengeluaran.
“Jauh sekali dibanding tahun sebelumnya, lebih bagus dulu. Tahun ini memang berat untuk kami. Jadi semuanya tidak bisa diprediksi. Forecast biasanya kalau libur panjang sudah terlihat di H-3, tetapi sekarang sama sekali tidak bisa diprediksi. Sama seperti waktu Idul Fitri kemarin, hari H dan H+1 malah sepi, hanya di angka 40-50 persen saja. Setelah itu justru mulai naik. Jadi sepertinya semua saling wait and see,” jelasnya.
Padahal, dalam kondisi normal, tiap libur panjang hotel-hotel selalu penuh. Tingkat okupansi bahkan bisa mencapai 98 persen.
“Normalnya sampai menolak tamu kalau libur panjang seperti ini. Liburnya sepanjang ini, iya bisa penuh. Kamar-kamar terisi semua, hanya tinggal spare saja. Jadi biasanya rata-rata sampai 98 persen,” terangnya.
Idul Adha Masih Sepi
Momen libur Idul Adha 2026 ini belum banyak mendongkrak okupansi hotel di Solo.
| Di Solo, Dubes Iran Beberkan Respati Kutuk Serangan AS dan Israel yang Timbulkan Banyak Korban Jiwa |
|
|---|
| Sosok Mohammad Boroujerdi, Dubes Iran yang Temui Wali Kota Solo, Ini Rekam Jejaknya |
|
|---|
| Usai Bertemu Dubes Iran, Wali Kota Solo Respati Bakal Salurkan Bantuan Korban Perang |
|
|---|
| Temui Wali Kota Solo, Dubes Iran Ajak Kampanye Menolak Perang |
|
|---|
| Kabar Baik! 587 Calhaj Karanganyar Dipastikan Berangkat Haji di Tengah Perang Iran vs Israel-AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-kamar-hotel-Pemilik-usaha-dan-perhotelan-di-puncak-Tawangmangu.jpg)