SPMB Solo 2026

SPMB Program Khusus Surakarta 2026 Tuai Protes, Ada Siswa Gugur di Tes IQ dan Kesamaptaan

SPMB Program Khusus Solo diwarnai protes orang tua. Disdik jelaskan siswa gagal karena tes IQ dan kesamaptaan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
SPMB - Suasana pengumuman angkatan pertama SMP Program Khusus Surakarta. SPMB Program Khusus Surakarta 2026 yang baru saja rampung ternyata diwarnai sejumlah protes dari orang tua murid yang anaknya tidak lolos seleksi. 

Ringkasan Berita:
  • SPMB Program Khusus Surakarta 2026 di Kota Solo diwarnai protes orang tua murid yang anaknya tidak lolos seleksi. Salah satu peserta diketahui gagal pada tes IQ karena tidak masuk kategori rapid learner.
  • Disdik Kota Solo menegaskan hasil tes IQ dan TKA merupakan data pribadi sehingga tidak bisa dibuka ke publik
  • Meski memiliki nilai IQ tinggi dan hasil wawancara baik, peserta tetap bisa gagal jika tidak memenuhi standar kebugaran fisik.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Khusus Surakarta yang baru saja rampung ternyata diwarnai sejumlah protes dari orang tua murid yang anaknya tidak lolos seleksi.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo mengungkapkan, sebagian besar keluhan muncul karena orang tua belum memahami tahapan dan indikator penilaian yang digunakan dalam proses seleksi.

Kepala Seksi Manajemen dan Peningkatan Mutu SMP Disdik Kota Solo, Anik Indriyani, mengatakan salah satu orang tua murid bahkan datang langsung saat pengumuman hasil seleksi pada Rabu (3/6/2026).

Setelah dilakukan penelusuran terhadap data peserta, diketahui siswa yang dipersoalkan tersebut tidak lolos pada tahapan tes Intelligence Quotient (IQ).

“Di seleksi kita ada tahapannya. Tahapan pertama IQ harus masuk kategori rapid learner. Ketika kita cari ternyata dia gagal di IQ,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).

SPMB - Ilustrasi SPMB jenjang SMPN di Kota Solo. SPMB Program Khusus Surakarta 2026 yang baru saja rampung ternyata diwarnai sejumlah protes dari orang tua murid yang anaknya tidak lolos seleksi.
SPMB - Ilustrasi SPMB jenjang SMPN di Kota Solo. SPMB Program Khusus Surakarta 2026 yang baru saja rampung ternyata diwarnai sejumlah protes dari orang tua murid yang anaknya tidak lolos seleksi. (TribunSolo.com/Andreas Chris)

Disdik Tolak Buka Data IQ Secara Terbuka

Menurut Anik, orang tua murid tersebut sempat meminta agar seluruh data hasil seleksi dibuka secara rinci.

Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena berkaitan dengan perlindungan data pribadi peserta.

Disdik hanya dapat memberikan penjelasan secara personal kepada orang tua yang ingin mengetahui hasil tes anaknya secara detail.

“Bapaknya ini bilang dibuka ya nggak bisa kan IQ data pribadi. Kalau pengen tahu harus personal. Nanti saya beritahu per orang yang mau tanya,” jelasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak Disdik, orang tua murid tersebut akhirnya dapat menerima hasil seleksi yang telah ditetapkan.

Anik menambahkan, sistem yang digunakan hanya menampilkan hasil akumulasi nilai sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Sementara rincian nilai pada masing-masing aspek tidak dapat dipublikasikan secara terbuka.

“Di sistem sudah penjumlahan. Karena kalau kita buka kita melanggar aturan. Karena IQ, TKA itu kan rahasia. TKA nilainya jumlah tidak per mapel,” terangnya.

Baca juga: Masyarakat Solo Diimbau Agar SPMB Bebas Gratifikasi: Jangan Titip dan Jangan Menerima

Keluhan Juga Masuk Lewat Lapor Mas Wali

Selain protes yang disampaikan secara langsung, Disdik Kota Solo juga menerima aduan melalui kanal Lapor Mas Wali yang diteruskan dari pesan kepada Wali Kota Solo.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved