Fakta Menarik Tentang Solo

10 Istilah Unik Warga Solo yang Sering Dipakai dalam Percakapan Sehari-hari : Ada Banter dan Jiblok

Berikut 10 istilah unik warga Solo yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
IKON SOLO - Suasan di Keraton Kasunanan Surakarta yang dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Berikut 10 istilah unik warga Solo yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Solo memiliki bahasa sehari-hari khas berlogat Jawa yang unik, seperti “badalah” (kaget/kecewa), “nggagas” (berpikir), hingga “mokmen” (razia polisi) dan “oglangan” (mati lampu).
  • Ada juga istilah lain seperti “jiblok” (jatuh), “HIK” (angkringan), “mbribik” (PDKT), “banter” (suara keras), dan “neker” (kelereng) yang sering dipakai percakapan santai.
  • Sebagian istilah seperti “gathel/gaplek” merupakan umpatan dan tak sopan digunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga cukup dipahami saja.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Bahasa sehari-hari masyarakat Solo, Jawa Tengah, memiliki kekhasan tersendiri yang sering terdengar unik bagi pendatang.

Perpaduan bahasa Jawa dengan logat khas membuat sejumlah istilah lokal ini tetap hidup dan digunakan hingga sekarang.

Dalam sehari-hari, ketika bertutur kata, warga Solo cenderung halus.

Baca juga: Rumor Bursa Transfer Persis Solo di Liga 2 : Facundo Aranda Berpeluang Kembali ke Manahan?

Namun mereka memiliki umpatan dengan dialek khas yang biasanya disampaikan di tongkrongan.

Jangan sampai istilah-istilah berikut ini kamu ucapkan kepada orang yang lebih tua.

Berikut 10 istilah unik warga Solo yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

1. Badalah / Badala

Istilah ini digunakan untuk mengekspresikan rasa kaget atau kecewa terhadap sesuatu yang tidak sesuai harapan.

Contohnya saat mendapati suatu tempat tutup, warga bisa berkata, “Badala, malah tutup.”

Baca juga: Perbedaan Gulai, Tongseng, dan Tengkleng, Olahan Kambing yang Populer di Solo Raya

2. Nggagas / Nggagas’o

Artinya berpikir atau memikirkan sesuatu, biasanya terkait hal yang sudah terjadi atau sedang dihadapi.

Contoh: “Ra nggagas aku, tugas belum dikerjakan.”

3. Mokmen

Istilah lokal untuk menyebut razia atau tilang polisi di jalan.

Contoh: “Ati-ati, enek mokmen neng dalan.”

Baca juga: Polemik Kirab 1 Suro Keraton Solo, Satu Kubu Singgung Makar, Satu Lagi Ingin Rukun

4. Oglangan

Digunakan untuk menyebut kondisi listrik padam atau mati lampu.

Contoh: “Wah oglangan, ra iso ngecas HP.”

5. Jiblok / Jiglok

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved