Keraton Kasunanan Surakarta
Vandalisme Marak di Benteng Keraton, Akan Diupayakan Pengecatan Ulang
Vandalisme di Solo menjadi perhatian, Keraton Solo juga tak luput dari vandalisme ini.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Vandalisme marak terjadi di Benteng Keraton Kasunanan Surakarta, terutama di sisi barat sepanjang Jalan Reksoniten, dengan coretan di bangunan cagar budaya.
- Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menyayangkan aksi tersebut dan menyebut akan dilakukan pengecatan ulang untuk menghapus coretan.
- Ia menilai kejadian ini menunjukkan kurangnya kesadaran dan edukasi masyarakat dalam melestarikan cagar budaya, serta perlu peningkatan sosialisasi.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Vandalisme marak di Benteng Keraton Kasunanan Surakarta, terutama di sebelah barat dan sepanjang Jalan Reksoniten.
Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menjelaskan pihaknya akan mengupayakan pengecatan ulang untuk menghapus coretan di bangunan cagar budaya tersebut.
“Pastinya akan dicat ulang,” ungkapnya saat ditemui di Talang Paten, Selasa (9/6/2026).
Ia menyayangkan adanya aksi vandalisme ini.
Masyarakat yang Belum Memiliki Kesadaran
Menurutnya, hal tersebut menjadi cerminan masyarakat Solo yang belum memiliki kesadaran dalam melestarikan warisan kebudayaan.
“Sangat disayangkan. Ini adalah bentuk kurangnya edukasi kepada masyarakat terhadap benda-benda atau cagar budaya yang seharusnya kita rawat,” tutur GKRP Timoer.
Baca juga: Kirab Suro di Solo, Pakubuwono XIV Purboyo Ajak Seluruh Kerabat Dalem Ikuti dalam Satu Acara
Menurutnya, hal ini menunjukkan edukasi untuk melestarikan cagar budaya masih sangat kurang. Ia berharap program peningkatan kesadaran bisa lebih digencarkan.
“Sangat disayangkan saja. Mungkin ini sebagai koreksi kita sebagai pemerintah maupun Keraton Surakarta untuk lebih mengedukasi masyarakat dan generasi selanjutnya agar lebih mengerti dan melestarikan cagar budaya yang kita miliki,” ungkap GKRP Timoer. (*)
| LDA Sebut Biaya Upacara Adat dari Pengelolaan Alun-alun dan Pagelaran |
|
|---|
| Temui Komisi E DPRD Jateng, LDA Sebut Dana Hibah Langsung ke Rekening PB XIII |
|
|---|
| Target Besar 47 Staf dan Penasehat PB XIV, Kembalikan Esensi Kota Solo sebagai Simbol Keraton |
|
|---|
| Deretan 47 Staf dan Penasehat Keraton Solo yang Diangkat PB XIV, dari Berbagai Kalangan Praktisi |
|
|---|
| Raja Keraton Solo PB XIV Hamengkunegoro Angkat Puluhan Abdi Dalem, Ada Said Aqil hingga Wabup Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Vandalisme-432.jpg)